
JAKARTA – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri menjadi partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Dalam deklarasi tersebut, Gerakan Rakyat secara terbuka menyampaikan harapan agar Anies Rasyid Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia di masa mendatang.
Harapan itu disampaikan Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam pidato perdananya usai deklarasi Partai Gerakan Rakyat pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta, Jakarta, Minggu (18/1/2026).
“Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur, dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti, insyaallah, adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Sahrin.
Sahrin menegaskan, deklarasi Partai Gerakan Rakyat merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan alat perjuangan politik yang berpihak pada kepentingan rakyat. Menurut dia, partai tersebut lahir dari semangat kolektif anggota Gerakan Rakyat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan tekad yang sama.
“Ini tentunya adalah hari yang sangat bersejarah buat kita. Sebuah hari di mana kerinduan terhadap kekuatan politik alternatif lahir dari orang-orang kecil, dari orang-orang biasa,” kata Sahrin.
Ia menambahkan, kehadiran Partai Gerakan Rakyat diharapkan menjadi wadah perjuangan politik yang benar-benar memperjuangkan kehendak dan kepentingan rakyat.
“Saudara-saudara semua hadir di sini dengan satu semangat, satu tekad yang bulat bahwa kita ingin menghadirkan alat perjuangan yang betul-betul berpihak pada kepentingan dan kehendak rakyat,” ujarnya.
Sahrin menjelaskan, keputusan mendirikan partai politik merupakan hasil proses panjang yang telah dilalui Gerakan Rakyat sejak 2023. Setelah mendeklarasikan diri sebagai organisasi kemasyarakatan pada 2025, Gerakan Rakyat akhirnya menetapkan transformasi menjadi partai politik pada awal 2026.
“Kita mengawali dari 2023, kemudian 2024, 2025 kita mendeklarasikan Gerakan Rakyat sebagai organisasi kemasyarakatan, dan di awal 2026 melalui Rakernas kita menetapkan berdirinya partai politik, yaitu Partai Gerakan Rakyat,” pungkasnya.
Keputusan Gerakan Rakyat bertransformasi menjadi partai politik diambil melalui musyawarah dalam Rakernas I Gerakan Rakyat yang berlangsung sejak Sabtu (17/1/2026). Pimpinan Sidang Rakernas, Muhammad Ridwan, mengatakan keputusan tersebut disepakati secara mufakat dalam sidang pleno hari kedua rakernas.
“Perkumpulan Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Setuju?” kata Ridwan dalam sidang pleno yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Gerakan Rakyat.
Seluruh peserta Rakernas pun menyatakan persetujuan secara serentak.
Ridwan menjelaskan, Gerakan Rakyat meyakini bahwa perjuangan mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat memerlukan langkah politik yang terorganisasi dan berkelanjutan. Dalam Rakernas tersebut, Gerakan Rakyat juga menetapkan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat untuk masa bakti 2026–2031 serta memberinya mandat membentuk struktur organisasi partai di seluruh wilayah Indonesia.
“Dengan demikian sah Bung Sahrin Hamid sebagai Ketua Partai Politik Gerakan Rakyat,” kata Ridwan.





