Direksi Bersama Komisaris PT Bumi Meranti foto bersama usai dilantik beberapa waktu lalu. (Foto BUMD for Serangkai.co)

MERANTI – Setelah dilantik 22 Desember 2025 lalu, sepak terjang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Meranti mulai diintip. Karena pergerakan mereka di mulai disaat kondisi keuangan daerah sedang morat-marit.

Jika hanya mengandalkan keuangan daerah, tentunya akan menjadi beban. Ditambah lagi, jumlah direktur pada komposisi yang saat ini, dimekarkan dari 1 direktur menjadi 3 direktur. Direktur Utama dijabat oleh Bonny Nofriza SH MH, Direktur Bisnis dipercaya kepada Fitriadi Mirtha SE dan Direktur Keuangan dan Administrasi, Dafiq Agustri SE.

Dalam perbincangan santai, Minggu malam (18/1/2026) Bonny sebagai Dirut PT Bumi Meranti membeberkan rencana aksi mereka di tahun ini (2026). Ditegaskannya ada 3 rencana bisnis yang sudah mulai digarap.

“Target tahun ini ada 3 bisnis yang sudah mulai kita eksekusi. Pertama, kerjasama pengelolaan di Pelabuhan Tanjung Harapan bersama PT Pelindo. Kedua, mengelola penjualan beras SPHP bekerjasama dengan Bulog. Ketiga, penyediaan tenaga kerja outsourcing di Pemkab Meranti,” rincinya.

Ditegaskannya juga, bahwa dalam mengelola kegiatan tersebut tidak membebankan keuangan daerah. Bahkan, Bonny menyatakan ketiga direksi tidak akan menerima gaji sebekum BUMD PT Bumi Meranti mendapatkan untung.

“Kami sudah sepakat bertiga, tidak akan menerima gaji jika BUMD belum untung. Ini menjadi komitmen kami bersama,” tegasnya.

Menurutnya hal itu harus dilakukan agar BUMD PT Bumi Meranti bisa lebih sehat dan dapat menjadi percontohan di masa mendatang. Sekaligus mengubah stigma BUMD sebagai lembaga yang menghabiskan keuangan daerah.

“Stigma BUMD menghabiskan keuangan daerah akan kita ubah menjadi menambah keuangan daerah. Mohon doa seluruh pihak agar niat kami ini bisa berjalan dengan baik dan sukses,” harapnya. (sr03)