
KATINGAN – Operasi penggerebekan terhadap terduga bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, berujung tragedi. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur, sementara dua personel lainnya hingga Sabtu (4/7/2026) masih dalam pencarian setelah diduga hanyut di Sungai Katingan saat menyelamatkan diri dari kepungan massa.
Peristiwa bermula pada Rabu (1/7/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Tim Satresnarkoba Polres Katingan bergerak menuju Desa Tumbang Kalemei untuk menindaklanjuti informasi mengenai aktivitas peredaran sabu. Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam, personel tiba di lokasi dan membagi kekuatan menjadi tim penindakan serta tim pendukung.
Sekitar pukul 00.30 WIB, Kamis (2/7/2026), petugas mulai melakukan penyergapan. Salah seorang terduga pelaku berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika keluarga pelaku melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartanto menjelaskan, serangan terhadap petugas terjadi secara tiba-tiba saat proses penangkapan berlangsung.
“Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang. Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia,” ujar Dodik.
Perlawanan tersebut kemudian memicu datangnya warga lain ke lokasi sehingga situasi semakin tidak terkendali. Petugas yang jumlahnya lebih sedikit berusaha mengamankan diri sambil menunggu bantuan.
Dalam insiden itu, Aipda Anumerta Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas. Sementara dua personel lainnya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, terpisah dari rombongan dan diduga hanyut di Sungai Katingan ketika berusaha menyelamatkan diri dari kepungan massa.
Usai kejadian, Polda Kalimantan Tengah mengerahkan personel tambahan untuk mengamankan lokasi sekaligus membantu pencarian. Tim gabungan yang terdiri dari Ditpolairud, Satbrimob Polda Kalimantan Tengah, serta Basarnas melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran Sungai Katingan.
Kapolres Katingan menegaskan bahwa pencarian dua anggotanya menjadi prioritas utama.
“Fokus utama kami saat ini adalah menyisir aliran Sungai Katingan untuk menemukan keberadaan kedua anggota kami. Seluruh sumber daya yang tersedia telah kami kerahkan guna mempercepat proses pencarian,” kata Dodik.
Ia mengakui medan pencarian cukup berat karena derasnya arus sungai, namun operasi pencarian akan terus dilakukan.
“Kondisi arus sungai memang menjadi tantangan, namun pencarian akan terus kami lakukan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Selain operasi pencarian, kepolisian juga memburu para pelaku penyerangan. Pada Jumat (3/7/2026), tim gabungan berhasil menangkap seorang pria berinisial S alias A yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan memastikan proses hukum akan terus berlanjut hingga seluruh pelaku ditangkap.
“Benar, berdasarkan informasi dari tim yang berada di lapangan, tim gabungan berhasil mengamankan satu terduga pelaku,” kata Iwan.
Ia menambahkan, “Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan memastikan seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku.”
Hingga berita ini ditulis, pencarian terhadap Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih terus berlangsung. Aparat gabungan memperluas area penyisiran di sepanjang Sungai Katingan sembari melanjutkan pengejaran terhadap pelaku lain yang diduga terlibat dalam penyerangan berdarah tersebut.





