
MERANTI (serangkai.co) — Keluarga almarhum MA (26), warga Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti, menegaskan telah mengikhlaskan kepergian MA yang meninggal dunia di Hotel Evo, Pekanbaru, pada 20 Agustus 2026.
Sikap tersebut disampaikan kuasa hukum ahliwaris, Wawan Kurniawan SH, saat menerima kunjungan jajaran Partai NasDem Riau dan Kepulauan Meranti di kediaman keluarga almarhum, Kecamatan Merbau, Senin (14/9/2026).
Wawan mengatakan, orang tua MA selaku ahliwaris telah menerima kepergian anak mereka sebagai sebuah musibah. Karena itu, keluarga juga menyatakan tidak akan melakukan upaya hukum terkait peristiwa tersebut.
“Ahliwaris selaku orang tua dari almarhum telah menerima secara ikhlas meninggalnya almarhum sebagai musibah. Para pihak selaku ahliwaris tidak akan melakukan upaya hukum apa pun hingga kemudian hari,” kata Wawan.
Ia berharap sikap keluarga tersebut dapat dihormati seluruh pihak. Menurutnya, keluarga saat ini hanya ingin menjalani masa duka dengan tenang tanpa kembali dibebani berbagai narasi yang dapat memperkeruh suasana.
Wawan juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi mengembangkan informasi yang berpotensi mengganggu keluarga almarhum.
“Ahliwaris meminta kepada kita semua untuk mendoakan agar almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Sikap serupa disampaikan Darwin, pemuka agama sekaligus tetangga almarhum. Ia meminta persoalan meninggalnya MA tidak kembali dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu maupun menyerang pihak lain.
Menurut Darwin, orang tua MA sudah cukup menderita akibat kehilangan anak. Karena itu, berbagai narasi yang terus berkembang justru dikhawatirkan semakin menambah beban keluarga.
“Kami tidak takut terhadap guncangan dari luar, termasuk keluarga sendiri. Gak ada keuntungan bagi kita, kerugian yang ada,” ujar Darwin.
Ia menilai MA merupakan sosok yang dikenal baik oleh lingkungan tempat tinggalnya. Darwin bahkan mengaku telah mengenal almarhum sejak masih kecil.
“Kami menilai anak kami (almarhum) dari awal. Kami sudah 41 tahun di sini. Kebetulan anak saya dengan almarhum kompak memang mulai dari SD,” tuturnya.
Darwin menegaskan, keluarga sudah mengambil keputusan untuk mengikhlaskan kepergian MA sebagai sebuah musibah.
“Biarkan orang menafsirkan yang lain, itu urusan dia. Yang penting kita sebagai keluarga sudah kita ikhlaskan,” pungkasnya.
NasDem Datang Beri Dukungan
Di tengah polemik dan berbagai informasi yang berkembang, jajaran Partai NasDem Riau dan Kepulauan Meranti mendatangi keluarga MA untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mempererat silaturahmi.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua Bapilu DPW Partai NasDem Provinsi Riau Dedi Harianto Lubis, Wakil Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Riau Panda Sitondang, serta Ketua DPD Partai NasDem Kepulauan Meranti Rony Samudra.
Turut hadir kader NasDem Meranti Lianita bersama suaminya, Harunsen Siregar.
Kedatangan rombongan disambut ayah almarhum, Sutrisno, bersama istrinya, Arlinda. Pertemuan juga dihadiri kuasa hukum keluarga Wawan Kurniawan SH, kakak kandung almarhum Nur Roihatul Jannah, Darwin, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda.
Ketua DPD NasDem Kepulauan Meranti Rony Samudra mengatakan, kunjungan tersebut murni sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang sedang berduka.
Rony mengaku memiliki kedekatan emosional dengan MA karena keduanya kerap terlibat dalam aktivitas organisasi asal Meranti di Pekanbaru.
“Almarhum ini bukan kader NasDem. Tetapi karena kedekatan kami sejak sama-sama aktif dalam organisasi asal Meranti di Pekanbaru, hubungan itu terus terjalin. Bahkan beberapa kali almarhum ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang kami laksanakan,” kata Rony.
Rony menyebut MA bukan sekadar kenalan, tetapi sudah dianggap seperti adik sendiri. Karena itu, ia bersama jajaran NasDem datang untuk memberikan dukungan kepada keluarga.
“Saya menganggap almarhum seperti adik saya sendiri. Karena itu, hari ini kami datang bukan membawa kepentingan apa-apa. Kami datang sebagai bagian dari keluarga yang ingin menyampaikan rasa duka dan memberikan penguatan kepada keluarga almarhum,” ujarnya.
Rony juga berharap hubungan silaturahmi dengan keluarga MA tetap terjaga. Ia meminta berbagai informasi yang berkembang setelah meninggalnya MA tidak dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
Menurutnya, kondisi keluarga yang sedang berduka harus dihormati oleh semua pihak agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik sosial maupun politik.
Usai bersilaturahmi di rumah duka, rombongan kemudian berziarah ke makam almarhum MA. Mereka memanjatkan doa agar almarhum mendapat ampunan dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. (sr05)





