RABIES merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus rabies dan menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan, cakaran, atau jilatan hewan yang terinfeksi pada kulit yang terluka maupun selaput lendir.D
Rabies termasuk penyakit yang sangat berbahaya karena hampir selalu berakibat fatal apabila gejalanya sudah muncul. Namun, penyakit ini dapat dicegah apabila korban segera mendapatkan pertolongan medis setelah terpapar.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap rabies, terutama bagi warga yang memelihara anjing, kucing, maupun hewan penular rabies lainnya. Edukasi mengenai bahaya rabies menjadi langkah penting untuk mencegah kematian akibat penyakit tersebut.
Rabies disebabkan oleh virus Rabies (Lyssavirus) yang menyerang otak dan sistem saraf. Virus ini ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi.
Beberapa hewan yang berpotensi menularkan rabies antara lain, Anjing, Kucing, Kera atau monyet, Musang, Kelelawar dan beberapa hewan liar lainnya.
Penularan paling sering terjadi melalui gigitan hewan. Selain itu, virus juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui cakaran atau jilatan pada luka terbuka maupun mata, hidung, dan mulut.
Masa inkubasi rabies umumnya berlangsung antara 1 hingga 3 bulan, namun bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung lokasi gigitan dan jumlah virus yang masuk ke tubuh.
Gejala awal meliputi, demam, sakit kepala, nyeri atau kesemutan di bekas gigitan, lemas, mual. Apabila penyakit berkembang, penderita dapat mengalami, sulit menelan, takut air (hidrofobia), takut angin (aerofobia), kejang, gelisah dan kebingungan, kelumpuhan hingga koma.
Setelah gejala klinis muncul, peluang kesembuhan sangat kecil. Oleh karena itu, penanganan segera setelah tergigit menjadi sangat penting.
Pencegahan rabies dapat dilakukan dengan beberapa langkah, diantaranya, memberikan vaksin rabies secara rutin kepada hewan peliharaan, menghindari kontak dengan hewan liar atau hewan yang menunjukkan perilaku tidak normal, mengawasi anak-anak agar tidak bermain dengan hewan yang tidak dikenal, segera melaporkan hewan yang diduga terkena rabies kepada petugas terkait, dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila tergigit, dicakar, atau dijilat hewan yang dicurigai terinfeksi rabies.
Apabila seseorang tergigit hewan yang diduga membawa virus rabies, langkah pertama yang harus dilakukan adalah, cuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama minimal 15 menit, berikan antiseptik pada luka, jangan menutup luka terlalu rapat sebelum diperiksa tenaga kesehatan, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan.
Dokter akan menentukan kebutuhan pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) dan, bila diperlukan, Serum Anti Rabies (SAR) sesuai tingkat risiko paparan. Pemberian vaksin sesegera mungkin setelah paparan terbukti sangat efektif mencegah berkembangnya penyakit rabies.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan rabies merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila masyarakat memahami langkah penanganan yang benar setelah tergigit hewan.
“Rabies bukan penyakit yang boleh dianggap sepele. Apabila seseorang tergigit hewan yang dicurigai terinfeksi rabies, jangan menunggu gejala muncul. Segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun, kemudian datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan dan vaksin bila diperlukan. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang mencegah penyakit ini,” terang Ade.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Nurmadia Damar, mengajak masyarakat untuk aktif mencari informasi mengenai rabies serta menjaga kesehatan hewan peliharaan melalui vaksinasi.
“Upaya pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran tanpa pengawasan, melakukan vaksinasi hewan secara berkala, serta segera melapor apabila menemukan hewan yang menunjukkan perilaku agresif atau diduga terinfeksi rabies. Edukasi keluarga juga sangat penting agar semua anggota keluarga mengetahui langkah pertolongan pertama jika terjadi gigitan hewan,” kata Nurmadia Damar.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap rabies melalui perilaku hidup sehat, kepemilikan hewan yang bertanggung jawab, serta segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila terjadi paparan. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, rabies dapat dicegah sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga. (ADV)






