
MERANTI (serangkai.co) – Semangat kolaborasi menjadi kekuatan utama dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Kepulauan Meranti. Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar Tracing Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kali ini dipusatkan di Kantor Desa Alah Air Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari strategi penemuan kasus TB secara aktif (active case finding) tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat. Sebanyak 100 warga mengikuti skrining kesehatan, sehingga target peserta pada lokasi pelaksanaan berhasil tercapai.
Menariknya, kegiatan kali ini tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan dan pemerintah desa, tetapi juga diperkuat oleh 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Abdurrab Pekanbaru yang sedang menjalankan pengabdian masyarakat di Desa Alah Air Timur. Kehadiran para mahasiswa membantu proses registrasi, edukasi kesehatan, hingga pendampingan masyarakat selama pemeriksaan berlangsung.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Alah Air Timur, Waluyo, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program nasional percepatan penemuan kasus TB di wilayahnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Widya Nengsih, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan cakupan skrining masyarakat.
“Alhamdulillah, target 100 peserta pada pelaksanaan Tracing TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis di Desa Alah Air Timur berhasil tercapai. Ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan deteksi dini penyakit. Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Alah Air Timur serta adik-adik mahasiswa KKN Universitas Abdurrab Pekanbaru yang ikut berperan aktif menyukseskan kegiatan ini,” ujar Widya.
Menurutnya, pendekatan jemput bola melalui skrining aktif menjadi langkah penting untuk menemukan penderita TB sedini mungkin sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan risiko penularan di tengah masyarakat dapat ditekan.
“Semakin cepat kasus TB ditemukan, semakin besar peluang pasien untuk sembuh dan semakin kecil risiko penularannya kepada keluarga maupun lingkungan sekitar. Karena itu kami terus mengajak masyarakat yang memiliki gejala atau faktor risiko agar tidak ragu mengikuti kegiatan skrining seperti ini,” tambahnya.
Selain pemeriksaan untuk mendeteksi Tuberkulosis, masyarakat juga memperoleh layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi mengenai pola hidup sehat, serta konsultasi kesehatan.
Program Tracing TB Terintegrasi CKG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis melalui deteksi dini secara aktif di masyarakat. Kegiatan ini terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai desa di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan target menjangkau ribuan warga hingga akhir tahun. (sr02)





