
SERANGKAI.CO – Namanya Johanes Hubertus Eijkenboom alias Johny Indo, perampok legendaris era 70-an.
Ia dijuluki “Robin Hood Indonesia” karena aksinya yang terkenal merampok toko emas di siang hari dan hasil rampokannya konon sebagian dibagikan kepada orang miskin.
Johny akhirnya tertangkap setelah melakukan perampokan di Cikini dan divonis 14 tahun penjara. Karena sering melanggar aturan di penjara Cipinang, ia dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Permisan di Nusakambangan, penjara yang dikenal memiliki pengamanan super ketat.
Pada tanggal 30 Mei 1987, Johny Indo memimpin aksi pelarian yang melibatkan total 34 narapidana dari LP Nusakambangan.
Para narapidana, termasuk Johny Indo, memulai pelarian dengan memanfaatkan kelengahan petugas. Mereka membobol sel dan melarikan diri ke dalam hutan Nusakambangan.
Selama pelarian, para napi menghadapi kondisi alam yang sangat sulit. Mereka kekurangan makanan dan minuman, serta harus bertahan dari gigitan nyamuk dan bahaya lainnya di hutan. Karena tidak ada rencana matang, rombongan ini terpencar-pencar. Sebagian menyerahkan diri, sebagian tewas tertembak oleh tim gabungan yang memburu mereka.
Dari 34 orang, Johny Indo adalah salah satu yang paling lama bertahan. Ia terus bersembunyi dari kejaran polisi selama 12 hari. Johny harus makan seadanya dan meninggalkan teman-temannya satu per satu.
Setelah berhari-hari dalam pelarian, Johny Indo akhirnya menyerah. Saat ia merasa terkepung dan teringat wajah istri serta anak-anaknya, ia memutuskan untuk mengakhiri pelariannya. Akibat aksinya ini, ia dijatuhi hukuman tambahan berupa kurungan di sel khusus selama 10 bulan 11 hari.

Kisah pelarian Johny Indo ini menjadi berita besar dan menarik perhatian publik. Banyak orang menganggapnya sebagai sosok yang cerdas dan berani karena berhasil bertahan cukup lama di pulau penjara yang terkenal sulit ditembus.
Kisah nyata pelariannya kemudian diangkat menjadi film berjudul “Johny Indo: Kisah Nyata Seorang Narapidana” pada tahun 1987. Uniknya, Johny Indo sendiri yang memerankan perannya dalam film tersebut, menjadikannya salah satu penjahat pertama yang memerankan dirinya sendiri di layar lebar.
Setelah keluar dari penjara, Johny Indo menjalani hidup sebagai pendakwah dan meninggal pada 26 Januari 2020. (sr01)





