
UPAYA meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit menular terus digencarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui edukasi mengenai Hantavirus kepada petugas dan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selatpanjang, Jumat (3/7/2026), sebagai bagian dari penguatan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat.
Kegiatan yang dipimpin oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) ini bertujuan meningkatkan pemahaman petugas serta warga binaan mengenai cara penularan Hantavirus, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.
Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui paparan urine, kotoran, maupun air liur tikus yang telah mengering. Virus dapat masuk ke dalam tubuh manusia ketika debu yang terkontaminasi terhirup atau melalui kontak tangan dengan kotoran tikus yang kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Widya Nengsih, SKM, mengatakan masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman keliru mengenai penyakit tersebut.
“Banyak yang mengira Hantavirus menular karena gigitan tikus, padahal penularan paling sering terjadi melalui udara yang mengandung partikel dari urine atau kotoran tikus yang sudah mengering. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan langkah pencegahan yang paling efektif,” jelas Widya.
Menurutnya, gejala awal Hantavirus sering kali menyerupai influenza sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Gejala tersebut antara lain demam tinggi yang muncul mendadak, sakit kepala hebat, nyeri otot, mual, muntah, hingga nyeri perut. Apabila mengalami gejala tersebut setelah terpapar lingkungan yang berisiko, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, tim Dinas Kesehatan juga memberikan edukasi mengenai cara membersihkan area yang tercemar kotoran tikus dengan aman, pentingnya menggunakan alat pelindung diri saat melakukan pembersihan, serta menjaga sanitasi lingkungan agar tidak menjadi habitat tikus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, SH., MM, menegaskan bahwa penguatan edukasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang sehat dan tangguh menghadapi berbagai potensi penyakit menular.
“Dinas Kesehatan terus mengedepankan pendekatan promotif dan preventif sebagai langkah utama dalam melindungi kesehatan masyarakat. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat memahami risiko penyakit, mengetahui cara pencegahannya, dan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ade.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk Lapas Kelas IIB Selatpanjang, menjadi wujud sinergi dalam memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat. Lingkungan yang bersih tidak hanya mencegah Hantavirus, tetapi juga berbagai penyakit menular lainnya. Pencegahan akan selalu lebih baik daripada pengobatan,” tambahnya.
Dukungan terhadap upaya tersebut juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Komisi III yang membidangi kesehatan, Dr. M. Taufikurrahman, S.Pd., S.H., M.Si. Menurutnya, edukasi kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyakit menular yang berpotensi muncul akibat faktor lingkungan.
“Kami di Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan apresiasi atas langkah cepat Dinas Kesehatan dalam mengedukasi masyarakat mengenai Hantavirus. Pencegahan melalui edukasi adalah investasi kesehatan yang sangat penting. Semakin tinggi pemahaman masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat, maka semakin kecil pula risiko terjadinya penularan penyakit,” ujar Taufikurrohman.
Ia menilai sinergi antara Dinas Kesehatan dengan berbagai institusi, termasuk Lapas Selatpanjang, merupakan bentuk kolaborasi yang perlu terus diperluas hingga ke sekolah, desa, tempat ibadah, dan ruang-ruang publik lainnya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dilakukan secara berkelanjutan. DPRD akan terus mendukung program-program kesehatan yang berorientasi pada pencegahan karena menjaga masyarakat tetap sehat jauh lebih baik daripada mengobati ketika penyakit sudah menyebar. Edukasi harus menjadi gerakan bersama agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan faktor risiko penyakit,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.
Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai Hantavirus dan pentingnya pengendalian faktor risiko di lingkungan, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih sehat, aman, dan terbebas dari ancaman penyakit yang ditularkan oleh hewan pengerat. (ADV)





