Dewas RSUD Selatpanjang, Ade Suhartian didampingi Fajar Triasmoko mengecek kolong mobil jenazah saat melakukan monitoring di RSUD Selatpanjang, Jum’at (19/6/2026). (foto; istimewa)

MERANTI (serangkai.co) – Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Dewan Pengawas (Dewas) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang, banyak persoalan yang ditemukan dan harus segera dibenahi. Salah satunya, masih banyak terdapat aset yang terbengkalai dan dibiarkan begitu saja.

Saat Dewas RSUD melakukan kunjungan dan berkeliling melihat kondisi RSUD, Jum’at (19/6/2026) terdapat sejumlah aset yang terbengkalai dan hingga kini belum tau mau diapakan. Bahkan seolah terlantar.

Sejumlah aset yang mendapatkan perhatian diantaranya, Insenerator, dua unit mobil jenazah dan ambulan. Termasuk sejumlah meja, dan material kayu dan besi di dekat kamar mayat.

“Insenerator ini dilelang saja. Termasuk ambulan dan mobil jenazah ini,” ungkap Anggota Dewas RSUD Selatpanjang, Fajar Triasmoko.

Saat itu, tinjauannya dilakukan bersama Anggota Dewas RSUD lainnya, Ade Suhartian. Terlihat juga plt Direktur RSUD, Romy Haris Nanda dan sejumlah pejabat manajemen RSUD yang ikut mendampingi.

Fajar mengatakan bagi aset-aset yang tidak bisa digunakan lagi, agar dapat didata dan dilaporkan ke Bidang Aset. Sehingga bisa dilakukan penghitungan apraisal atau menilai aset tersebut. Sehingga bisa diajukan dilakukan pelelangan nantinya.

“Daripada terbengkalai, lebih baik didata dan jika masih bernilai bisa dilelang. Daripada dibiarkan terus dapat membuat nilainya akan semakin turun,” ingat Fajar.

Dari pantauan, Ade Suhartian yang juga Kadiskes Meranti juga sempat mengecek kolong mobil jenazah yang dibiarkan terparkir di garasi belakang RSUD Selatpanjang. Menurutnya mobil tersebut terlihat bagus dan masih memiliki nilai ekonomi yang cukup baik.

Plt Direktur RSUD Selatpanjang, Romy menjelaskan mobil ambulan dan jenazah tersebut mengalami kerusakan sejak lama. Namun karena onderdilnya susah dicari membuat mereka belum dapat melakukan perbaikan.

“Ada sparerpart mobil yang susah dicari. Makanya hingga kini belum diperbaiki,” akunya. (bersambung) (sr03)