Genset milik Dinas PUPR Kepulauan Meranti berkapasitas 45 Kva dipinjam sementara oleh pihak RSUD Selatpanjang dalam rangka mengantisipasi jika terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Kabid Penunjang RSUD, Romi menunjukkan genset yang akan distanby kan hingga pembangkit milik RSUD diperbaiki, Sabtu (13/6/2026). (foto; sr03)

MERANTI (serangkai.co) – Untuk menjamin kelistrikan di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang, akhirnya genset yang ada di Dinas Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kepulauan Meranti dipinjam untuk sementara waktu. Walaupun hanya berkapasitas 45 kva, namun paling tidak dapat membackup jika terjadi pemadaman listrik oleh PLN.

Sementara pembangkit yang ada di RSUD berkapasitas 2×600 kva akan dilakukan servis dan perbaikan hingga bisa difungsikan kembali. Langkah darurat ini dilakukan setelah manajemen RSUD Selatpanjang melakukan rapat koordinasi dengan Dewan Pengawas RSUD (Dewas)

“Hasil rapat dengan Dewas akhirnya kami dipinjamkan genset dari PUPR yang sifatnya untuk sementara waktu. Kemudian, mesin pembangkit kita akan langsung kita perbaiki hingga bisa digunakan kembali,” ujar Direktur RSUD Selatpanjang, dr Joko Santoso, Sabtu (13/6/2026).

Didampingi Kabag TU, Almaydah dan Kabid Penunjang, Romi, Joko menjelaskan untuk jangka panjang, akan dilakukan pengadaan mesin baru. Karena mesin yang ada saat ini tidak mencukupi untuk melistriki seluruh bangunan RSUD Selatpanjang.

“Kita sudah banyak melakukan penambahan sarana dan prasarana di RSUD. Jadi, walaupun dua mesin bisa hidup kembali, masih belum mencukupi kebutuhan kelistrikan di RSUD,” terang Joko.

Ditambahkan Kabid Penunjang RSUD, Romi bahwa peminjaman genset dari PUPR menjadi langkah antisipasi kondisi darurat. Dengan kapasitas yang kecil tersebut, nantinya jika terjadi pemadaman listrik mendadak, maka akan diprioritaskan untuk ruangan ICU, IGD, HCU, dan Ruangan Perinatologi.

“Kapasitas gensetnya kecil. Jika terjadi pemadaman listrik, akan kita prioritaskan untuk sejumlah ruangan tersebut. Sebab genset dari PUPR tidak bisa melistriki seluruh ruangan rumah sakit,” sebut Romi.

Diakuinya, saat ini pihaknya sedang melakukan pemasangan kabel yang akan disambungkan ke panel dalam gedung. “Mesin ini untuk berjaga-jaga saja jika terjadi pemadaman listrik mendadak saja,” katanya.

Untuk diketahui, kondisi kelistrikan di RSUD Selatpanjang menjadi darurat mengingat beberapa hari belakangan telah terjadi pemadaman listrik oleh PLN secara mendadak akibat gangguan terhadap jaringan listrik. Mulai dari gangguan tupai yang terjadi Jum’at (5/6/2026) malam hingga mengakibatkan listrik di RSUD padam sekitar 20-30 menit, sampai dengan kejadian pohon tumbang dan mengganggu jaringan listrik di depan kantor bupati yang menyebabkan listrik di RSUD padam hingga 3 jam.

Beruntung saat listrik padam tidak ada tindakan operasi ataupun pasien dengan ketergantungan peralatan medis yang menggunakan listrik. Jika tidak, hal itu bisa menjadi preseden buruk yang berpotensi terjadinya korban jiwa akibat tidak tersedianya listrik dengan baik. (sr03)