
MERANTI (serangkai.co) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terus berupaya membuka pasar baru bagi komoditas unggulan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjajaki peluang kerja sama perdagangan dengan Malaysia melalui audiensi bersama delegasi Grisek Jaya Sdn. Bhd dari Johor, Malaysia.
Dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, di Ruang Rapat Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Jumat (19/6/2026), pemerintah daerah menawarkan empat komoditas unggulan yang dinilai memiliki prospek besar untuk pasar ekspor, yakni sagu, kelapa, udang, dan ikan.
Muzamil mengatakan, keempat komoditas tersebut merupakan kekuatan ekonomi yang dimiliki Kepulauan Meranti dan selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat. Melalui kerja sama dengan pelaku usaha Malaysia, ia berharap produk-produk unggulan daerah dapat menembus pasar yang lebih luas.
“Melalui agenda site visit nanti, kami ingin mengajak tuan-tuan sekalian melihat langsung detak nadi perekonomian kami melalui empat komoditas unggulan Meranti, yaitu kelapa, sagu, udang dan ikan,” kata Muzamil.
Menurutnya, sagu Meranti memiliki kualitas yang telah dikenal luas dan berpotensi menjadi bahan baku pangan sehat untuk pasar internasional. Selain itu, komoditas kelapa yang tumbuh subur di wilayah pesisir juga dinilai mampu memenuhi kebutuhan industri pengolahan pangan di Malaysia.
Di sektor perikanan, Meranti juga memiliki potensi besar melalui hasil tangkapan udang dan ikan segar yang kualitasnya telah diakui di pasar regional.
“Kami juga memiliki potensi perikanan berupa tangkapan udang dan ikan segar yang kualitasnya sudah diakui di pasar regional,” ujarnya.
Untuk mendukung terwujudnya kerja sama tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti menyatakan siap memberikan kemudahan bagi investor maupun mitra dagang yang ingin menjalin kerja sama dengan daerah itu. Pemerintah daerah bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berkomitmen mempermudah proses perizinan serta memastikan kualitas dan kontinuitas pasokan komoditas ekspor.
“Kami akan memotong jalur birokrasi yang rumit, mempermudah proses perizinan, dan memberikan karpet merah bagi investasi dan kerja sama perdagangan ini,” tegas Muzamil.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret yang membuka peluang ekspor baru bagi komoditas unggulan Meranti.
Sementara itu, Pengurus Grisek Jaya Sdn Bhd, Kamarudin Sulaiman, menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki izin untuk 39 item kegiatan ekspor dan impor dari otoritas Malaysia.
Menurutnya, hubungan perdagangan antara Kepulauan Meranti dan Johor memiliki peluang besar untuk berkembang karena didukung kedekatan geografis dan hubungan budaya yang kuat sebagai sesama rumpun Melayu.
“Hal ini tidak boleh berhenti di sini saja. Harus ada kesinambungan dari kedua pihak, baik Kepulauan Meranti maupun Grisek Jaya Sdn Bhd, karena kita adalah serumpun yang hanya dipisahkan oleh Selat Melaka,” katanya.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Pemkab Kepulauan Meranti berharap komoditas unggulan daerah semakin dikenal di pasar internasional dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat serta meningkatkan aktivitas perdagangan lintas negara di kawasan Selat Melaka. (sr01)





