Pengurus PWI Kepulauan Meranti foto bersama dengan Plt Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan UMKM Kepulauan Meranti, Eko Priono (baju merah bawah) usai melakukan sosialisasi pembentukan koperasi baru, Sabtu (13/6/2026). (foto PWI Meranti for serangkai.co)

MERANTI (serangkai.co) – Pengembangan usaha oleh koperasi milik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Meranti mendapatkan apresiasi dari Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kepulauan Meranti. Sebab baru pertama kali di Meranti, koperasi yang sudah berjalan, melakukan pengembangan dengan menambah koperasi baru.

Untuk diketahui, PWI Meranti memiliki Koperasi Jasa Pewarta Wibawa Investasi (Kopja PWI). Koperasi yang sudah berdiri lebih kurang 5 tahun ini dinyatakan sehat oleh pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Tenaga Kerja, dan UMKM. Bahkan tahun ini (2026) telah diajukan oleh pemerintah daerah untuk mendapatkan sertifikat dari Kementerian Koperasi.

Karena setiap tahun rutin melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan telah dapat membagi Sisa Hasil Usaha (SHU) hingga jutaan rupiah kepada setiap anggotanya setiap tahunnya. Bahkan, tahun ini mulai menambah dan membuat koperasi baru untuk pengembangan usaha.

“Di Meranti, baru ini koperasi yang melakukan pengembangan usaha dengan menambah koperasi baru. Padahal koperasi lama saja sudah dinyatakan sehat karena setiap tahun taat melaksanakan RAT dan telah dapat membagi SHU yang nilainya cukup besar. Apalagi, saya setiap tahun hadir menghadiri RAT Kopja PWI. Ini bisa menjadi contoh di Meranti,” ungkap Plt Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan UMKM Kepulauan Meranti, Eko Priyono, Selasa (16/6/2026).

Disebutkannya, penambahan koperasi yang diharapkan PWI diketahuinya setelah adanya permintaan untuk melakukan sosialisasi tentang pembentukan koperasi baru pada Sabtu (13/6/2026). Seingatnya selama ini belum ada koperasi yang anggotanya mengajukan pembuatan koperasi baru tanpa ada masalah.

“Biasanya anggota koperasi lama mengajukan pembuatan koperasi baru karena koperasi lama bermasalah. Tapi ini berbeda, mengajukan pembentukan koperasi baru karena untuk melakukan pengembangan usaha. Ini patut dicontoh.

Eko juga mendorong agar PWI Meranti bisa konsisten menjalankan unit usaha koperasi baru ini nantinya seperti koperasi sebelumnya. Kemudian, lanjutnya dapat membentuk koperasi lainnya. Sehingga berpotensi membentuk koperasi sekunder nantinya.

“Kalau sudah punya tiga koperasi primer, maka dapat membentuk koperasi sekunder. Jika berhasil dan berjalan dengan baik dan sehat, dipastikan menjadi koperasi terbaik di Meranti. Sebab belum ada koperasi sekunder (koperasi yang terdiri dari minimal tiga koperasi sehat) di Meranti,” tegas Eko.

Ketua PWI Kepulauan Meranti, Wira Saputra mengaku bahwa pembentukan koperasi baru dilakukan atas kesepakatan bersama saat melakukan RAT tahun buku 2025 lalu. Dimana dengan koperasi baru ini nantinya dapat melaksanakan usaha-usaha yang belum tercover di Kopja PWI.

“Banyak potensi usaha yang bisa dilakukan. Namun belum tercover oleh koperasi lama (Kopja PWI). Sehingga dibutuhkan koperasi baru untuk bisa melaksanakan peluang usaha baru ini nantinya,” terangnya.

WIra juga optimis dengan penambahan koperasi milik PWI Meranti ini nantinya dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi wartawan yang tergabung dalam PWI Meranti. “Koperasi baru ini sudah dilakukan sosialisasi dan akan segera mendapatkan rekomendasi dari Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan UMKM. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar dan koperasi baru ini bisa segera terbentuk dan dapat meningkatkan perekonomian wartawan secara nyata,” harapnya. (sr03)