Tim SAR gabungan beristirahat saat pencarian Selamat (60), warga Desa Maini Darul Aman yang telah dinyatakan hilang oleh keluarga sejak Jum’at (7/8/2026). (Foto: Basarnas for serangkai.co)

MERANTI (serangkai.co) – Setelah dinyatakan hilang selama enam hari, pencarian salah seorang warga maini, Selamat (60), Rabu (12/8/2026) diperluas. Tim SAR mulai bergeser ke hutan dan perkebunan lain di sekitar desa tersebut.

Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie yang dikontak, Rabu (12/8/2026) menyebutkan walaupun Selamat sudah hilang selama 6 hari, namun proses pencarian bersama oleh Tim SAR gabungan baru empat hari. Terhitung sejak Minggu (9/8/2026). Sementara, pria tua tersebut sudah tidak pulang ke rumah sejak Jum’at (7/8/2026).

“Wilayah pencarian, kita perluas. Informasi yang minim menjadi kendala kita untuk melakukan pencarian. Info awal saja yang kita jadikan pedoman. Yaitu, jalan perlintasan korban untuk pulang ke rumah secara mandiri melewati perkebunan sagu dan semak belukar,” ungkap Prima.

Sementara, perkebunan sagu dan hutan sekitar tempat awal korban berjalan sudah disisir secara bersama. Sehingga Tim SAR berpindah ke perkebunan dan hutan lainnya.

“Pencarian kita fokuskan di hutan dan perkebunan sagu yang berpotensi dilalui korban. Pencarian kita lakukan juga dengan melibatkan puluhan masyarakat dan perangkat desa sekitar,” terangnya.

Untuk diketahui, Selamat (60) Warga Jalan Sentosa, RT 001/RW001, Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti dilaporkan hilang setelah tidak kembali ke rumah sejak Jum’at (7/8/2026). Mulai Minggu (9/8/2026), Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Kepolisian, BPBD, Basarnas, dan pihak lainnya mulai melakukan pencarian dengan menyisir perkebunan sagu di sekitar desa..

Informasi dari keluarga menyebutkan, keberadaan Selamat terakhir kali diketahui pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Selamat disebut keluar rumah untuk membeli rokok di sebuah warung.

Dalam perjalanan, Selamat bertemu dengan keponakannya bernama Kelana. Sang keponakan kemudian mengantar Selamat menuju rumah. Namun, Selamat tidak diantar sampai ke rumah dan melanjutkan perjalanan seorang diri.

Diduga, Selamat kemudian mengambil jalur pintas melalui kawasan kebun sagu. Jalur tersebut memang biasa digunakan Selamat untuk pulang dan diketahui memiliki akses yang tembus hingga ke belakang rumahnya.

Keluarga pun mulai mencari keberadaan Selamat. Salah satu lokasi yang turut diperiksa adalah kawasan kilang sagu yang selama ini diketahui kerap disinggahinya. Namun, hasil penelusuran justru membuat keluarga semakin cemas. Selamat disebut sudah sekitar satu minggu tidak terlihat di kawasan kilang sagu tersebut.

Keluarga sebelumnya sempat mengira Selamat akan kembali sendiri. Sebab, beberapa waktu lalu ia pernah meninggalkan rumah tanpa memberi tahu keluarga, tetapi kembali pada malam harinya.

Namun kali ini berbeda. Hingga malam berlalu dan pencarian dilakukan, Selamat tak kunjung pulang.

Pada Sabtu (8/8/2026), keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun I, Zulkifli. Informasi selanjutnya, diteruskan kepada pemerintah desa dan unsur terkait untuk dilakukan pencarian lebih luas. Laporan juga disampaikan kepada Basarnas, BPBD, kepolsiian, dan TNI. (sr03)