
MERANTI (serangkai.co) – Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban terakhir insiden tenggelamnya kapal pompong di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau Kamis (6/8/2026). Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR resmi diusulkan ditutup.
Korban terakhir yang ditemukan adalah Iqbal (25), warga Kampung Balak, dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB pada koordinat 0°50’10.17″N 102°25’32.34″E, atau sekitar 0,83 mil laut dari lokasi kejadian (LKP).
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Kampung Balak untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan memulai pencarian hari keempat (H4) pada pukul 07.00 WIB dengan melaksanakan briefing dan membagi Search and Rescue Unit (SRU) sesuai Rencana Operasi (Renops). Penyisiran dilakukan di area seluas 7,42 mil laut persegi di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Insiden nahas tersebut terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal pompong yang membawa empat orang berangkat dari Kampung Balak menuju Sungai Meretas untuk mengambil sekaligus menebang pohon sagu.
Di tengah perjalanan, tepatnya di perairan Desa Bengkikit, kapal yang mereka tumpangi tenggelam. Dua penumpang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua lainnya dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Korban selamat dalam kejadian ini adalah Ivan (30) dan Bobi (30), keduanya warga Kampung Balak. Sementara itu, korban meninggal dunia adalah Amir (50), warga Desa Teluk Belitung, yang ditemukan pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 12.23 WIB sejauh kurang lebih 1,5 mil laut dari lokasi kejadian, serta Iqbal (25), warga Kampung Balak, yang ditemukan pada hari keempat operasi.
Selama empat hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran permukaan dan pencarian di sejumlah titik berdasarkan perhitungan arah arus serta area pencarian yang terus diperluas.
Dengan telah ditemukannya seluruh korban, pada pukul 08.10 WIB Tim SAR Gabungan mengusulkan Operasi SAR ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih atas kerja sama dan sinergi selama proses pencarian berlangsung.
Keberhasilan operasi ini merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur SAR yang bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Mulai dari Polairud Polres Meranti, Polairud Polda Riau, Basarnas, TNI AL, TNI AD, Bhabinkantibmas dan masyarakat nelayan sekitar.
Pihak SAR juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi sungai dan laut, agar selalu mengutamakan keselamatan serta memastikan kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan sebelum berlayar. (sr03)





