Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Kini pencarian dilanjutkan pada hari keempat, Senin (10/8/2026). (Foto: Basarnas for serangkai.co)

MERANTI (serangkai.co ) – Selamat (60) Warga Jalan Sentosa, RT 001/RW001, Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti dilaporkan hilang setelah tidak kembali ke rumah sejak Sabtu (8/8/2026). Hingga Senin (10/8/2026), Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan menyisir perkebunan sagu di sekitar desa..

Informasi dari keluarga menyebutkan, keberadaan Selamat terakhir kali diketahui pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Selamat disebut keluar rumah untuk membeli rokok di sebuah warung.

Dalam perjalanan, Selamat bertemu dengan keponakannya bernama Kelana. Sang keponakan kemudian mengantar Selamat menuju rumah. Namun, Selamat tidak diantar sampai ke rumah dan melanjutkan perjalanan seorang diri.

Diduga, Selamat kemudian mengambil jalur pintas melalui kawasan kebun sagu. Jalur tersebut memang biasa digunakan Selamat untuk pulang dan diketahui memiliki akses yang tembus hingga ke belakang rumahnya.

Keluarga pun mulai mencari keberadaan Selamat. Salah satu lokasi yang turut diperiksa adalah kawasan kilang sagu yang selama ini diketahui kerap disinggahinya. Namun, hasil penelusuran justru membuat keluarga semakin cemas. Selamat disebut sudah sekitar satu minggu tidak terlihat di kawasan kilang sagu tersebut.

Keluarga sebelumnya sempat mengira Selamat akan kembali sendiri. Sebab, beberapa waktu lalu ia pernah meninggalkan rumah tanpa memberi tahu keluarga, tetapi kembali pada malam harinya.

Namun kali ini berbeda. Hingga malam berlalu dan pencarian dilakukan, Selamat tak kunjung pulang.

Pada Sabtu (8/8/2026), keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun I, Zulkifli. Informasi selanjutnya, diteruskan kepada pemerintah desa dan unsur terkait untuk dilakukan pencarian lebih luas. Laporan juga disampaikan kepada Basarnas, BPBD, kepolsiian, dan TNI. 

Sebanyak 15 warga juga turut membantu Tim SAR dalam melakukan pencarian. Pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan permukiman, perkebunan dan jalur-jalur yang biasa dilalui Selamat.

Medan pencarian tidak mudah. Kawasan perkebunan sagu di sekitar lokasi memiliki area yang cukup luas dengan sejumlah jalan kecil dan jalur potongan yang dapat mengarah ke berbagai titik.

Pihak keluarga berharap Selamat dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Terlebih, Selamat diketahui telah mengalami gangguan mental sejak lama sehingga dikhawatirkan dapat kehilangan arah apabila berada jauh dari lingkungan yang dikenalnya.

Hingga pencarian hari kedua berakhir sekitar pukul 18.00 WIB, Selamat belum ditemukan. Tim gabungan dan masyarakat masih berkoordinasi untuk melanjutkan pencarian terhadap pria 60 tahun tersebut.

Kepala Basarnas Unit Kepulauan Meranti, Herrie Prima yang dkonfirmasi membanarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan pencarian dilanjutkan hari keempat Senin, (10/8/2026).

“Hingga kini Tim SAR masih melakukan pencarian. Kondisi korban mengalami gangguan mental dan minimnya informasi keberadaan korban juga menjadi tantangan. Meski begitu kami masih melakukan pencarian,” ungkap Prima. (sr03)