
PEKANBARU (serangkai.co) – Menjelang pelaksanaan Forum Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) 2026, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang semakin mengintensifkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Pemerintah Malaysia. Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi ke Konsulat Malaysia di Pekanbaru yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Pertemuan yang digelar di Gedung Konsulat Malaysia itu menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membahas berbagai isu penting yang berkembang di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya yang berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang menegaskan bahwa hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia, terutama di wilayah perbatasan, memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan serta mendorong kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Menurutnya, komunikasi yang aktif, koordinasi yang intensif, dan kolaborasi yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah perbatasan yang memiliki dinamika tinggi.
“Hubungan baik yang telah terjalin selama ini harus terus diperkuat. Dengan sinergi yang solid, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama demi kepentingan masyarakat di kedua negara,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas perkembangan sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang memiliki hubungan historis dan budaya yang erat dengan Malaysia. Kedekatan geografis membuat aktivitas masyarakat lintas negara berlangsung cukup aktif, baik dalam bidang perdagangan, sosial, maupun budaya.
Selain itu, pembahasan turut menyinggung pentingnya penguatan koordinasi layanan keimigrasian dan dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang berlangsung secara legal, aman, dan tertib. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.
Salah satu agenda utama yang menjadi fokus diskusi adalah persiapan pelaksanaan Forum Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) Tahun 2026 yang akan digelar di Batam pada 22–26 Juni 2026. Forum tahunan tersebut merupakan wadah strategis bagi kedua negara dalam membahas berbagai isu pembangunan kawasan perbatasan, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, konektivitas wilayah, hingga penguatan kerja sama lintas sektor.
Kepala Kantor Imigrasi Selatpanjang menilai keberhasilan forum tersebut sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak yang terlibat, baik dari unsur pemerintah pusat, daerah, maupun lembaga terkait di kedua negara.
“Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi menjelang Sosek Malindo 2026. Kami berharap forum ini mampu menghasilkan rekomendasi yang konkret dan berdampak langsung bagi kemajuan kawasan perbatasan,” katanya.
Penguatan hubungan antara Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang dan Konsulat Malaysia di Pekanbaru diharapkan menjadi fondasi yang semakin kokoh dalam mendukung kerja sama Indonesia-Malaysia. Kolaborasi tersebut tidak hanya berkontribusi pada aspek keimigrasian, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta terciptanya kawasan perbatasan yang aman, tertib, dan produktif.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Sosek Malindo 2026, langkah-langkah koordinasi seperti ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia dan Malaysia terus berkomitmen membangun kawasan perbatasan sebagai ruang kerja sama yang saling menguntungkan, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional. (sr02)





