Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar menyalami ketua Yayasan Fitrah Madani (YFM), Ustadz Ahmad Fauzi dan pengurus YFM, Hendrizal saat peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriyah di Kota Selatpanjang, Senin (15/6/2026). (foto; Prokopim for serangkai.co)

MERANTI (serangkai.co) – Di tengah ramainya kritik dan perbincangan di media sosial terkait berbagai persoalan daerah, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menegaskan dirinya tidak anti terhadap kritik. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar kritik disampaikan secara benar, konstruktif, dan tidak disertai fitnah maupun tuduhan yang tidak berdasar.

Pernyataan itu disampaikan Asmar saat membuka pawai menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah/2026 M di halaman Masjid Agung Darul Ulum, Selatpanjang, Senin (15/6/2026).

Menurut Asmar, kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah terbuka terhadap berbagai saran yang bertujuan memperbaiki pelayanan dan kinerja pemerintahan.

“Saya tidak masalah dikritik, silakan memberikan masukan, tetapi yang benar dan membangun. Jangan sampai media sosial dipenuhi fitnah dan ujaran yang dapat memecah belah persatuan,” tegasnya.

Ia menilai penggunaan media sosial harus disertai tanggung jawab. Masyarakat diminta lebih bijak dalam menyampaikan pendapat dan memastikan informasi yang dibagikan telah terverifikasi kebenarannya.

Dalam kesempatan itu, Asmar juga mengungkapkan bahwa sejumlah unggahan yang dinilai mengandung unsur penghinaan dan fitnah telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Meski demikian, ia berharap persoalan tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Kritik itu diperlukan untuk membangun daerah. Tetapi kalau sudah mengarah pada fitnah dan tuduhan tanpa dasar, tentu ada konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain menyoroti pentingnya etika bermedia sosial, Asmar turut mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak akan berhasil tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami tidak menghendaki adanya perpecahan antara pemerintah dan masyarakat. Yang kita harapkan adalah kebersamaan dan kerja sama untuk membangun Meranti,” katanya.

Pada momentum Tahun Baru Islam tersebut, Asmar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama memimpin Kabupaten Kepulauan Meranti masih terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan.

Ia berharap semangat hijrah yang terkandung dalam peringatan 1 Muharam dapat menjadi motivasi bersama untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap kemajuan daerah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Fitrah Madani Meranti, KH Ahmad Fauzi, S.Ag, mengatakan Tahun Baru Hijriah merupakan momentum muhasabah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ia mengajak umat Islam mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan amal saleh sebagai bekal kehidupan akhirat.

Pawai Tahun Baru Islam tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta yang berasal dari siswa SD, SMP, SMA, MTs, MA, pondok pesantren, majelis taklim, serta berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Acara berlangsung meriah dan menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Hijriah. (sr01)