
MERANTI (serangkai.co) – Akhirnya, Selamat (60) Warga Jalan Sentosa, RT 001/RW001, Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti ditemukan, Kamis (13/8/2026). Ia ditemukan sedang duduk di dekat semak belukar. 600 meter ke arah timur dari lokasi ia dinyatakan hilang.
Pria renta tersebut dilaporkan hilang sejak Jum’at (7/8/2026). Setelah tujuh hari menghilang, ditemukan oleh Tim SAR gabungan dengan kondisi selamat.
Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie yang dikontak, Rabu (12/8/2026) menyebutkan kondisi korban dalam keadaan sehat. “Tadi sudah dilakukan pengecekan kesehatan juga oleh bidan desa. Tensi korban normal. Cuma agak lemas,” ungkapnya kepada wartawan, sesaat setelah Selamat ditemukan.
Dijelaskannya, Tim SAR gabungan yang terdiri Basarnas, BPBD, kepolsiian, dan TNI, dan warga sekitar melanjutkan pencarian di hari kelima pada Kamis (13/8/2026). Saat tim terus berusaha mencari dan memanggil nama Selamat, tiba-tiba petugas melihat Selamat sedang duduk di semak dekat hutan bakau di desa tersebut.
Tak menunggu lama, petugas langsung membawa Selamat untuk balek ke rumah. Bahkan Selamat yang lemas sempat digendong oleh petugas untuk kembali ke rumah.
Untuk diketahui, Selamat (60) Warga Jalan Sentosa, RT 001/RW001, Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti dilaporkan hilang setelah tidak kembali ke rumah sejak Jum’at (7/8/2026). Mulai Minggu (9/8/2026), Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Kepolisian, BPBD, Basarnas, dan pihak lainnya mulai melakukan pencarian dengan menyisir perkebunan sagu di sekitar desa..
Informasi dari keluarga menyebutkan, keberadaan Selamat terakhir kali diketahui pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Selamat disebut keluar rumah untuk membeli rokok di sebuah warung.
Dalam perjalanan, Selamat bertemu dengan keponakannya bernama Kelana. Sang keponakan kemudian mengantar Selamat menuju rumah. Namun, Selamat tidak diantar sampai ke rumah dan melanjutkan perjalanan seorang diri.
Diduga, Selamat kemudian mengambil jalur pintas melalui kawasan kebun sagu. Jalur tersebut memang biasa digunakan Selamat untuk pulang dan diketahui memiliki akses yang tembus hingga ke belakang rumahnya.
Keluarga pun mulai mencari keberadaan Selamat. Salah satu lokasi yang turut diperiksa adalah kawasan kilang sagu yang selama ini diketahui kerap disinggahinya. Namun, hasil penelusuran justru membuat keluarga semakin cemas. Selamat disebut sudah sekitar satu minggu tidak terlihat di kawasan kilang sagu tersebut.
Keluarga sebelumnya sempat mengira Selamat akan kembali sendiri. Sebab, beberapa waktu lalu ia pernah meninggalkan rumah tanpa memberi tahu keluarga, tetapi kembali pada malam harinya.
Namun kali ini berbeda. Hingga malam berlalu dan pencarian dilakukan, Selamat tak kunjung pulang.
Pada Sabtu (8/8/2026), keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun I, Zulkifli. Informasi selanjutnya, diteruskan kepada pemerintah desa dan unsur terkait untuk dilakukan pencarian lebih luas. Laporan juga disampaikan kepada Basarnas, BPBD, kepolsiian, dan TNI. (sr03)





