Ilustrasi pemadaman listrik di Selatpanjang. (internet)

MERANTI (serangkai.co) – Intensitas pemadaman listrik di Kota Selatpanjang dan sekitarnya makin sering. Tidak hanya intensitasnya meningkat, tetapi durasi pemadaman juga semakin lama.

Seperti pemadaman yang terjadi pada Jum’at (17/7/2026). Intensitas pemadaman hingga tiga kali sehari.

Durasi pemadaman mulai dari 20 menit, 30 menit, hingga tiga jam. Hal itu sudah mulai membuat sejumlah warga resah dan mulai kesal.

Dalam berbagai laman medsos dan status WhatsApp sejumlah warga bahkan tidak sedikit yang menada menghujat. 

Salah satu warga yang mengeluhkan situasi pemadaman pada Jum’at tersebut mengaku kesal dengan semakin seringnya pemadaman listrik oleh PLN. Bahkan disebutkannya, pemadaman dilakukan saat masyarakat Meranti sedang menunaikan ibadah Shalat Magrib.

“PLN kita macam tak memahami orang sedang shalat. Saat magrib pula dimatikannya,” ungkap Iput salah satu warga yang tinggal di Alahair, Jum’at (17/7/2026)

Senada dengan itu, Maya warga Rintis menyebutkan kalaupun ada gangguan, masa sampai tiga kali sehari. Bahkan pemadaman tidak melakukan pemberitahuan.

“Apa masalah di PLN tu sampai tiga kali pemadaman sehari. Sempat juga ada yang sampai tiga jam prmadaman6,” keluhnya. 

Ditambahkannya, dari konsekwensi pemadaman mendadak ini sampai membuat perangkat elektronik warga rusak, siapa yang akan bertanggung jawab. “Nasi tak jadi masak gara-gara pemadaman listrik ini. Terus nanti kalau alat elektronik kami rusak, apakah pihak PLN mau bertanggung jawab,” sebut Maya.

Manajer PLN ULP Selatpanjang, Roni yang dikonfirmasi, Jum’at (17/7/2026) belum nenjawab wartawan. Bahkan, hingga, Sabtu (18/7/2026) juga masih belum menjawab konfirmasi yang dilakukan. (sr03)