
MERANTI (serangkai.co) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat peningkatan temuan kasus baru HIV sepanjang tahun 2026. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 26 kasus baru telah ditemukan, melampaui total temuan selama tahun 2024 yang berjumlah 24 kasus dan tahun 2025 sebanyak 23 kasus.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, penemuan kasus baru pada bulan Juli 2026 mencapai 6 kasus. Secara kumulatif, jumlah temuan kasus HIV di Kabupaten Kepulauan Meranti sejak 2014 hingga Juli 2026 telah mencapai 241 kasus.
Wilayah dengan jumlah temuan terbanyak masih berada di Kecamatan Tebing Tinggi, disusul beberapa kecamatan lainnya seperti Rangsang Barat, Rangsang Pesisir, Rangsang, Pulau Merbau, Merbau, Tebing Tinggi Barat, Tasik Putri Puyu, dan Tebing Tinggi Timur.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Widya Nengsih, mengatakan bahwa meningkatnya angka temuan bukan serta-merta menunjukkan peningkatan penularan, tetapi juga mencerminkan semakin luasnya upaya skrining dan deteksi dini yang dilakukan fasilitas pelayanan kesehatan.”Hingga Juli 2026 kami telah menemukan 26 kasus baru HIV. Angka ini memang sudah melampaui total penemuan sepanjang tahun 2024 maupun 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan skrining dan penemuan kasus semakin aktif dilakukan sehingga masyarakat yang terinfeksi dapat diketahui lebih cepat dan segera mendapatkan pengobatan,” ujar Widya Nengsih.
Widya menegaskan bahwa Dinas Kesehatan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan HIV, memperluas layanan tes HIV, serta memastikan setiap pasien yang terdiagnosis memperoleh terapi antiretroviral (ARV) secara berkelanjutan.”
Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan apabila memiliki faktor risiko. HIV bukan untuk distigma, tetapi harus dideteksi sedini mungkin agar pengobatan dapat segera dimulai dan kualitas hidup pasien tetap baik. Dukungan keluarga dan masyarakat sangat penting agar tidak terjadi diskriminasi terhadap orang dengan HIV,” tambahnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti juga terus berkolaborasi dengan puskesmas, rumah sakit, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas layanan konseling, tes HIV, pendampingan pasien, dan edukasi mengenai perilaku hidup sehat sebagai bagian dari upaya pengendalian HIV di daerah.
Peningkatan penemuan kasus melalui skrining merupakan salah satu strategi yang didorong pemerintah untuk mempercepat diagnosis, memperluas akses pengobatan, serta mengurangi penularan HIV di masyarakat. (sr02)





