Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer di Kantor PM Inggris, London, Selasa (20/1/2026). (Foto: Muchlis Jr – Biro Pers Sekretariat Presiden)

INTERNASIONAL – Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Inggris membuahkan hasil signifikan bagi Indonesia. Selain mengamankan komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau setara Rp90 triliun, lawatan tersebut juga menghasilkan kesepakatan strategis di bidang maritim, pendidikan tinggi, hingga pelestarian lingkungan.

Presiden Prabowo menuntaskan rangkaian agenda kenegaraan di Inggris pada Rabu, 21 Januari 2026. Sejumlah pertemuan tingkat tinggi digelar, mulai dari pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer hingga audiensi dengan Raja Charles III.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, dari pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, pemerintah Indonesia mencatat tiga capaian utama. Pertama, komitmen investasi Inggris senilai 4 miliar poundsterling. Kedua, penguatan kerja sama maritim. Ketiga, kesepakatan pembangunan 1.582 kapal nelayan yang proses produksi dan perakitannya akan dilakukan di Indonesia.

“Yang menarik, pembangunan kapal ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja hingga sekitar 600 ribu orang, karena seluruh proses produksinya dilakukan di dalam negeri,” ujar Teddy kepada awak media di Bandar Udara Stansted, London.

Di sektor pengembangan sumber daya manusia, Presiden Prabowo mendorong penguatan kerja sama pendidikan tinggi. Dalam kunjungan tersebut, Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, antara lain King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, dan University of Edinburgh.

Presiden menekankan rencana pendirian 10 kampus baru di Indonesia, khususnya di bidang kedokteran serta STEM (science, technology, engineering, and mathematics). Kerja sama yang dibahas mencakup peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta program pertukaran dosen.

Selain itu, Presiden juga bertemu Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan Russell Group guna mendorong peningkatan kualitas serta peringkat universitas Indonesia di tingkat global.

Di sela kunjungan luar negeri, Presiden Prabowo tetap memimpin agenda strategis nasional. Ia menggelar rapat koordinasi secara daring dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan memutuskan pencabutan izin perusahaan yang terbukti melanggar aturan.

“Setelah menerima laporan Satgas, Bapak Presiden memutuskan untuk mencabut izin perusahaan yang telah terbukti melanggar,” kata Teddy.

Pertemuan dengan Raja Charles III turut menghasilkan komitmen kerja sama Indonesia–Inggris di bidang pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan hidup. Kerja sama tersebut mencakup upaya rehabilitasi dan penataan 57 taman nasional di Indonesia.

Salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan adalah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, khususnya dalam konservasi gajah. Kerja sama serupa juga akan dilakukan di kawasan Peusangan, Aceh, dengan luas lahan sekitar 90 ribu hektare yang telah diserahkan Presiden Prabowo kepada negara untuk kepentingan pelestarian lingkungan.

“Nanti akan disesuaikan oleh WWF, mana yang untuk konservasi gajah dan mana untuk ekosistem lainnya,” jelas Teddy.

Menutup keterangannya, Teddy menegaskan setiap kunjungan luar negeri Presiden Prabowo diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi Indonesia.

“Setiap kunjungan ke luar negeri harus ada hasilnya, ada produknya, dan ada manfaat konkret bagi Indonesia,” pungkasnya.