
MERANTI (serangkai.co) – Lonjakan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah di lintasan RoRo Insit–Buton mendorong Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyiapkan langkah antisipasi, termasuk opsi penambahan jadwal penyeberangan pada akhir pekan.
Peningkatan mobilitas masyarakat sudah terlihat sejak H-7 Lebaran dan terus berlanjut hingga hari kelima pasca Idulfitri. Volume penumpang, kendaraan, hingga barang tercatat naik lebih dari dua kali lipat dibanding hari normal.
Kondisi ini terpantau langsung saat Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, meninjau Pelabuhan RoRo di Desa Insit, Kamis (26/3/2026). Dari hasil pemantauan, arus penyeberangan masih terkendali, meski antrean kendaraan dan penumpang mulai meningkat.
Kepala Dinas Perhubungan melalui Kabid Sarana dan Prasarana, Asrizal Aldo, menyebut lonjakan saat Lebaran merupakan pola tahunan, namun tahun ini tergolong lebih tinggi dari biasanya.
“Pada hari normal kendaraan roda empat hanya belasan unit, roda dua puluhan unit, dan penumpang ratusan orang. Saat ini jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat,” jelasnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Meranti memperkuat koordinasi lintas instansi bersama operator penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry, serta melibatkan TNI, Polri, dan tenaga medis untuk menjaga kelancaran layanan.
Langkah ini dinilai efektif menjaga operasional tetap berjalan tanpa gangguan berarti, meski tekanan arus balik terus meningkat.
Pemerintah daerah juga mulai mengantisipasi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penambahan frekuensi pelayaran, khususnya pada Sabtu dan Minggu.
“Penambahan jadwal diperlukan agar kepadatan bisa terurai dan pelayanan tetap optimal,” kata Muzamil.
Saat ini, lintasan RoRo Insit–Buton dilayani empat kali dalam sepekan, yakni Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Kapal berangkat dari Insit pukul 07.00 WIB dan dari Buton pukul 12.00 WIB.
Dengan tren peningkatan yang masih berlangsung, penyesuaian jadwal dinilai menjadi langkah krusial untuk menjaga kelancaran arus balik di wilayah kepulauan tersebut. (sr01)





