Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat memadamkan karhutla di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Sabtu (8/8/2026). (Dok. Humas Polda Riau for Serangkai.co)

ROKAN HILIR (serangkai.co) — Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat memantau sejumlah titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli udara dan darat, Sabtu (8/8/2026).

Upaya tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi titik api sejak dini sekaligus memetakan wilayah yang berisiko terjadi karhutla, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Patroli udara dipimpin Brigjen Hengki bersama Irdam XIX/Tuanku Tambusai, Kalaksa BPBD Riau M Edy Aprizal, Irwasda Polda Riau Kombes Ino Harianto, dan Karoops Polda Riau Kombes Edison LB Sitanggang.

Pemantauan dilakukan di Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, serta Kecamatan Sinaboi dan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.

Selain melakukan pemantauan, rombongan juga ikut melakukan pemadaman karhutla dan memberikan arahan kepada personel di lapangan.

Kapolres Rohil AKBP Aldi Alfa Faroqi turut mendampingi kegiatan tersebut.

Hengki mengatakan patroli dilakukan untuk memetakan wilayah yang berpotensi terjadi karhutla sekaligus memastikan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

“Saat ini kami berkolaborasi bersama-sama, baik itu TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), termasuk masyarakat lokal sedang melakukan pemadaman api,” kata Hengki.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di Kecamatan Pasir Limau Kapas. Karhutla di kawasan tersebut sempat membakar lahan sekitar 5–6 hektare.

Hengki mengungkapkan, api kini telah berhasil dipadamkan. Petugas gabungan masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

“Hasil deteksi kami saat ini hotspot yang menjadi perhatian bahwa area yang terdampak adalah 5–6 hektare, sekarang sudah berhasil dipadamkan dan saat ini dilakukan pendinginan,” jelasnya.

Pemantauan udara dan darat akan terus dilakukan di sejumlah wilayah rawan lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi Polda Riau bersama stakeholder terkait untuk mencegah peningkatan hotspot dan meluasnya karhutla. (sr05)