
PEKANBARU (serangkai.co) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memperkuat langkah strategis pengamanan wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia melalui usulan pembangunan batalyon TNI dan penyediaan lahan untuk Markas Kodim di kawasan perbatasan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, saat melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Komandan Korem (Danrem) 031/Wirabima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, di Markas Korem 031/WB, Pekanbaru, Jumat (27/2/2026).
Pertemuan itu menegaskan posisi sebagai wilayah terluar yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan memiliki nilai strategis dalam sistem pertahanan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Asmar menyampaikan bahwa Pemkab Meranti telah menyiapkan lahan untuk pembangunan satuan batalyon TNI di kawasan perbatasan, termasuk lahan untuk pembangunan Kodim.
Menurutnya, kehadiran satuan TNI di wilayah tersebut tidak hanya memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi juga memberikan dampak terhadap stabilitas keamanan dan percepatan pembangunan daerah.
“Sebagai wilayah perbatasan, Meranti membutuhkan penguatan sistem pertahanan yang memadai. Kami sudah siapkan lahannya,” ujar Asmar.
Ia menilai keberadaan satuan teritorial yang lebih kuat akan menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir dan kepulauan.
Selain penguatan pertahanan, Pemkab Meranti juga berencana melobi pemerintah pusat agar wilayah tersebut dapat ditetapkan sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ).
“Status FTZ akan memperkuat pertumbuhan ekonomi, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, dan meningkatkan daya saing daerah perbatasan,” terangnya
Menanggapi hal tersebut, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bupati Asmar yang proaktif membangun komunikasi dan koordinasi.
“Kami siap bersinergi menjaga stabilitas dan keamanan, khususnya di kawasan pesisir dan kepulauan yang memiliki posisi strategis,” tegasnya.
Menurutnya, posisi Meranti sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan memang memerlukan perhatian serius dalam perspektif pertahanan dan keamanan.
Sebagai langkah awal, Danrem berencana melakukan kunjungan langsung ke Meranti untuk meninjau kondisi wilayah perbatasan serta melihat potensi dan tantangan yang dihadapi daerah tersebut. (sr01)





