Sejumlah JCH Meranti foto bersama, Rabu (13/5/2026) usai melaksanakan city tour menjelang pucak ibadah haji 25 Mei 2026 nanti. (foto; istimewa)

MERANTI (serangkai.co) – Seluruh Jamaah Calon Haji (JCH) Kepulauan Meranti yang tergabung dalam kloter 6, masih menunggu pelaksanaan puncak ibadah haji. Selain melaksanakan ibadah Shalat Wajib dan Sunnah di Masjidil Haram, saat ini, 110 JCH Meranti juga melaksanakan Umrah Sunnah dan melakukan city tour.

Salah satu JCH Meranti yang diminta menjadi koordinator pelaksanaan ibadah Umrah dan Haji, Ustadz Mustafa mengatakan JCH Meranti sudah selama 7 hari berada di Makkah. Semuanya dalam keadaan sehat.

“Alhamdulillah seluruh jamaah dalam keadaan sehat. Dua hari ini jamaah mengambil waktu city tour dan melaksankan Umrah Sunnah, dan semua berjalan lancar,” ungkapnya.

Ia mengakui suhu saat ini di Makkah mencapai 43 derajat celcius. “Cuaca mulai dari 38 hingga mencapai 43 derajat celcius. Meski begitu seluruh jamaah kita dalam keadaan sehat dan aman,” tambah Ustadz Mustafa.

Senada dengan itu, salah satu JCH lainnya, Rokhaizal mengakui cuaca panas akan sangat tinggi pada saat siang hari. Sehingga seluruh JCH dihimbau agar menjaga kondisi menjelang pelaksanaan puncak pelaksanaan ibadah haji.

“JCH dihimbau memperbanyak istirahat dan menjaga kondisi tubuh. Karena cauaca sangat panas,” katanya.

Ditambahkannya, JCH juga tidak semua bisa melaksanakan shalat di Masjidil Haram. Sebab, waktu tempuh dari penginapan ke masjid memakan waktu 15 menit menggunakan kendaraan.

“Ada yang shalat di rumah, maupun di penginapan. Karena jaraknya cukup jauh. Ada juga jamaah yang melaksanakan Umrah Sunnah,” aku Rokhaizal

Pada kesempatan lain, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Meranti, H Surasman menjelaskan penginapan JCH Meranti ke Masjidil Haram berjarak sekitar 8-9 kilometer. Namun kendaraan yang akan mengangkut JCH Meranti selalu ada selama 24 jam.

“Saat ini seluruh JCH Meranti masih menunggu pucak haji. Jadi ada yang melaksanakan shalat di masjidil haram, melaksanakan umrah sunnah, dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah,” katanya.

Disebutkannya puncak ibadah haji nantinya akan dilaksanakan 25 Mei 2026. “Tanggal 8 Dzulhijjah atau 25 Mei 2026 akan dilaksanakan Armuznah (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Ini tidak boleh diwakilkan atau di gantikan. Karena masuk dalam rukun haji dan saat itulah puncak ibadah haji nantinya,” jelas H Surasman. (sr03)