
DINAS Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti terus mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dikenal sebagai silent killer. Penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala, namun dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal hingga gangguan penglihatan apabila tidak dikendalikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya terus meningkat. Karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko komplikasi.
“Hipertensi sering tidak menunjukkan gejala, sehingga banyak penderita baru mengetahui setelah muncul komplikasi. Karena itu kami mengajak masyarakat rutin memeriksa tekanan darah, menerapkan pola hidup sehat, mengurangi konsumsi garam, memperbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan alkohol,” ujar Ade.
Menurutnya, Dinas Kesehatan terus memperkuat layanan deteksi dini melalui Puskesmas, Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), Posyandu, hingga program Cek Kesehatan Gratis yang menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
Ade menegaskan, pengendalian hipertensi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
“Kami ingin masyarakat tidak menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Semakin cepat hipertensi diketahui, semakin besar peluang mencegah komplikasi yang dapat mengancam jiwa,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr. Taufikkurahman, mendukung berbagai langkah promotif dan preventif yang dilakukan Dinas Kesehatan dalam menekan angka penyakit tidak menular.
Menurutnya, edukasi yang berkelanjutan perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami bahwa hipertensi dapat dicegah melalui perubahan perilaku sehari-hari.
“Kami mengapresiasi komitmen Dinas Kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati. Budaya hidup sehat harus dimulai dari keluarga dengan menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah sebagai langkah menjaga kualitas hidup.
Melalui sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kasus hipertensi dapat ditekan sehingga masyarakat Kepulauan Meranti semakin sehat, produktif, dan terhindar dari risiko penyakit tidak menular yang dapat dicegah. (ADV)





