Infografis tentang pencegahan anemia pada remaja putri

ANEMIA pada remaja putri masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi kekurangan hemoglobin (Hb) dalam darah ini tidak hanya menyebabkan tubuh mudah lelah, lemas, dan sulit berkonsentrasi, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas kesehatan di masa depan, terutama saat memasuki usia kehamilan.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti terus mengajak para remaja putri untuk melakukan pencegahan sejak dini melalui pola makan bergizi seimbang, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan pencegahan anemia merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Remaja putri adalah calon ibu. Jika anemia tidak dicegah sejak sekarang, risikonya akan berlanjut hingga masa kehamilan dan dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi. Karena itu, edukasi dan pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Ade.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang terus diperkuat adalah pemberian Tablet Tambah Darah kepada remaja putri di sekolah, disertai edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, protein, asam folat, dan vitamin C.

Menurutnya, kebiasaan sarapan sehat, menghindari pola makan yang tidak seimbang, serta aktif berolahraga juga menjadi bagian penting dalam mencegah anemia.

“Perubahan perilaku hidup sehat harus dimulai sejak usia remaja. Dengan kondisi tubuh yang sehat, remaja akan lebih siap belajar, berprestasi, dan menjadi generasi penerus yang berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr. Taufikkurahman, menyatakan upaya pencegahan anemia membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah hingga pemerintah daerah.

Menurutnya, edukasi mengenai anemia harus terus diperluas agar para remaja memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Kita harus membangun kesadaran bersama bahwa mencegah anemia bukan hanya urusan tenaga kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan remaja yang sehat, kita sedang mempersiapkan masa depan daerah yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan yang secara konsisten melaksanakan edukasi kesehatan serta distribusi Tablet Tambah Darah kepada remaja putri di sekolah-sekolah.

“Kami di DPRD mendukung penuh berbagai program promotif dan preventif seperti ini. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, dan manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau para orang tua, guru, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pencegahan anemia dengan membiasakan pola makan bergizi, mengingatkan remaja putri mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti mudah lelah, pucat, pusing, atau sering mengantuk.

Melalui kolaborasi semua pihak, diharapkan angka anemia pada remaja putri dapat terus ditekan sehingga terwujud generasi Kepulauan Meranti yang sehat, unggul, dan berkualitas. (ADV)