Bupati Asmar saat menyerahkan LKPD unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Riau, Selasa, 31 Maret 2026. (Foto Bagian Prokopim for Serangkai.co)

PEKANBARU (serangkai.co) — Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menargetkan daerahnya kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun anggaran 2025.

Optimisme tersebut disampaikannya usai Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) unaudited Tahun Anggaran 2025 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Riau, Selasa (31/3/2026).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Asmar di Gedung BPK RI Perwakilan Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Dokumen tersebut diterima oleh Kepala BPK RI Perwakilan Riau, Binsar Karyanto, yang diawali dengan penandatanganan oleh kedua belah pihak.

Asmar menegaskan, penyerahan LKPD tepat waktu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

“Penyerahan ini menjadi langkah penting untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran BPK RI Perwakilan Riau yang selama ini telah memberikan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan daerah.

Lebih lanjut, Asmar menargetkan peningkatan kualitas laporan keuangan daerah agar Kepulauan Meranti dapat kembali meraih opini WTP, setelah sebelumnya memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar mendukung penuh proses audit dengan menyampaikan data yang lengkap, jelas, dan sesuai standar.

“Kita berharap LKPD tahun ini dapat meraih opini WTP. Saya minta seluruh OPD memberikan data yang lengkap, tepat, dan akuntabel sesuai kebutuhan tim pemeriksa BPK,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Riau, Binsar Karyanto, mengapresiasi ketepatan waktu penyerahan LKPD oleh Pemkab Kepulauan Meranti. Ia menekankan pentingnya dukungan seluruh OPD dalam menyajikan data keuangan yang akurat.

Menurutnya, kelengkapan dan keakuratan data akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pemeriksaan, sekaligus membuka peluang bagi Meranti untuk kembali meraih opini WTP. (sr01)