
MERANTI – Setelah sekian lama menjadi pertanyaan di tengah-tengah masyarakat, akhirnya Festival Perang Air atau Cian Cui Imlek tahun 2026 diizinkan tetap digelar meski bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa ramadan 1447 Hijriah.
Keputusan itu didapat setelah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan rapat lintas sektor dengan melibatkan DPRD, kepolisian, tokoh agama, dan tokoh adat, tokoh masyarakat serta instansi vertikal lainnya, Kamis (15/1/2026) di Aula Kantor Bupati.
Adapun sejumlah poin penting yang disepakati dalam rapat tersebut yakni, memindahkan bazar ramadan yang selama ini berada di Jalan Ahmad Yani ke daerah sekitar. Yakni, di area Taman Cik Puan di Jalan Merdeka, Jalan Teuku Umar dan Jalan Mesjid.
Lokasi tersebut dinilai strategis, memiliki sistem jalan satu arah, dan memudahkan masyarakat berbelanja takjil tanpa mengganggu jalannya Perang Air.
“Nantinya pengaturan teknis lalu lintas akan diatur oleh jajaran Satlantas Polres Kepulauan Meranti,” kata Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar.
Sebagaimana diketahui, jalannya Festival Perang Air menjadi agenda wisata tahunan yang menarik puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah hingga manca negara. Setiap pelaksanaanya memberikan multiplier effect puluhan miliar bagi perekonomian masyarakat. Mulai dari akomodasi hotel, transportasi (becak dan ojek) hingga usaha kuliner.
“Alhamdulillah semua sepakat dalam rapat tadi, bahwa perang air tetap dilaksanakan. Karena ini akan memberikan efek ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat kita,” ujarnya.
Untuk itu, Bupati Asmar mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga kondusifitas daerah selama pelaksanaan perang air yang bersamaan dengan ibadah suci bulan ramadan.
“Saya yakin masyarakat kita pasti akan saling menjaga, karena toleransi antar agama dan budaya kita di Meranti ini cukup tinggi dan sudah terjaga turun temurun,” ungkap Asmar.
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Sekda Meranti Sudandri, selama pelaksanaan Imlek khususnya Iven perang air mampu menarik wisatawan dalam dan luar negeri melebihi 50 ribu orang, melibatkan 2500 UMKM, ratusan pengemudi becak, 5000 kamar hotel terisi penuh dan jumlah uang beredar di pasaran mencapai 60 miliar rupiah.
Diketahui perayaan Imlek sendiri jatuh pada 17 Februari 2026, dan ibadah puasa ramadan dimulai pada 18 Februari 2026. (sr01)





