
MERANTI – Setelah tujuh hari pencarian terhadap salah satu kru Kapal Mega Fajar 5 atas nama M Ridwan (62) yang hilang saat bertabrakan dengan Levindo 10, akhirnya dihentikan, Senin (9/2/2026). Meski begitu, pemantauan dan koordinasi dengan nelayan setempat serta keluarga korban masih terus dilakukan.
Seperti yang diinformasikan Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Herie Prima yang dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026). Menurutnya penghentian pencarian tersebut sesuai dengan mekanisme dan ketentuan.
“Sudah kita hentikan pencariannya kemarin (senin red). Walaupun tidak aktif melakukan pencarian lagi, tetapi kita tetap berkoordinasi dengan nelayan setempat. Termasuk dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi tabrakan kapal,” ungkapnya.
Dijelaskannya, upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal. Bahkan sudah mencari hingga ke berbagai pulau di sekitar lokasi kejadian. Baik di wilayah Kepulauan Riau, Kepulauan Meranti, maupun ke wilayah Kabupaten Pelalawan.
“Sejak pencarian hari pertama hingga kini, kita sudah menyisir Pulau Rangsang, Topang, Menggung. Kita juga menyisir di Pulau Labu, Serapung sampai Penyalai (Pelalawan),” ungkapnya.
Dijelaskan Prima juga, bila mana nanti ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR dibuka Kembali. “Setelah 7 hari kita lakukan pemantauan. Kalau ada informasi, kita Kembali lakukan operasi SAR,” tambahnya.
Secara rinci, Prima membeberkan sejumlah pihak yang ikut membantu melakukan pencarian, Basarnas dibantu pihak kepolisian dari Pol Airud, TNI AL, nelayan dan pihak lainnya. Selain menggunakan armada motor vessel (MV) Basarnas, juga dilakukan pencarian dengan sekoci speed boat Basarnas.
Untuk diketahui, kecelakaan laut terjadi antara kapal Mega Fajar 5 dengan kapal Levindo 10. Kejadian terjadi diantara Pulau Burung, Inhil dan Pulau Pelembang, Kepri Senin (2/2/2026). Sekitar pukul 19.30 Wib, Kapal Mega Fajar 5 yang mengangkut lima orang crew kapal dan 260 box ayam.
Salah satu kru Kapal Mega Fajar 5 atas nama M Ridwan (62) hilang, dan tenggelam saat kecelakaan. Setelah mendapat kabar, Basarnas (Badan SAR Nasional) ikut bergabung membantu proses pencarian.
Disebutkan Prima, Mega Fajar 5 berangkat dari Pelabuhan Bongkar Muat Kota Segara Mentigi sekitar pukul 16.30 Wib, Senin (2/2/2026). Setelah menempuh perjalanan di laut selama tiga setengah jam, dalam kegelapan malam, tiba-tiba sudah berhadapan dengan Boat Levindo 8. Tabrakan pun tak terelakkan lagi.
Selain seorang kru dinyatakan hilang, empat kru Mega Fajar 5 juga dilaporkan mengalami luka yang cukup serius. Sehingga harus segera dilarikan ke layanan kesehatan terdekat.
Empat orang tersebut diantaranya, Darmansyah (53) selaku Nahkoda yang mengalami patah tangan, Ilah Samri (43), selaku kepala kamar mesin (KKM), kru kapal, M Arsyad (56) dan Kamarizom (38).
“M ridwan (62) terjatuh dan hilang. Sementara, korban yang lain berhasil di evakuasi dan dibawa menggunakan boat Levindo 8 menuju ke Tanjung Balai Karimun. Sekitar pukul 22.00 Wib, korban luka dan cidera berhasil dibawa ke RSUD,” terang Prima. (sr03)





