Pengusaha MV Batam Jet, Iwan alias Oyong menghindar dan menolak memberikan keterangan kepada waratwan terkait kenaikan harga tiket fery, Senin (2/2/2026)

MERANTI – Rencana kenaikan harga tiket motor vessel (MV) Batam Jet dan MV Dumai Ekspress akhirnya ditunda. Namun, kedua pengusaha tersebut memilih kabur saat ditanyakan wartawan usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) di Kantor DPRD Kepulauan Meranti, Senin (2/2/2026).

Setelah foto bersama dengan Anggota DPRD, Pemkab Meranti, KSOP, Dishub dan lainnya, kedua pengusaha (MV Batam Jet dan MV Dumai Ekspress) sempat mengobrol di loby Kantor DPRD Kepulauan Meranti. Kemudian sejumlah wartawan yang sudah menunggu, meminta waktu untuk memberikan keterangan pers terkait rencana kenaikan tiket.

Tiba-tiba kedua pengusaha langsung keluar Kantor DPRD dan berlalu pergi. Mereka enggan memberikan keterangan, dengan dalih, silahkan minta keterangan dewan saja.

“Kalau Wawancara, bisa langsung ke dewan saja,” Iwan alias Oyong meninggalkan wartawan dan berlalu pergi.

Untuk diketahui, rapat dengar pendapat (RDP) terkait isu kenaikan harga tiket motor vessel (MV) Batam Jet dan Dumai Ekspress akhirnya dilaksanakan, Senin (2/2/2026). Dari hasil rapat, disebutkan bahwa pihak pengusaha bersepakat tidak akan menaikkan harga tiket kapal tersebut hingga adanya keputusan rapat di Dinas Perhubungan (Dishub) Riau.

pengusaha MV Batam Jet, Iwan alias Oyong dalam rapat mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dishub Riau dan mengikuti rapat yang difasilitasi di tingkat Provinsi Riau.

Ditambahkan pengusaha MV Dumai Ekspress, Ayong bahwa mereka tidak akan menaikkan harga tiket sampai ada kesepakatan bersama nantinya di Dishub Riau. Oleh karena itu, ia berharap dukungan pemerintah dan DPRD dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beban pengusaha.

“Kami mohon maaf ada miss koordinasi, karena karni tidak berkoordinasi sebelum dilakukan kenaikan. Kami bisa menerima kenaikan tiket ditunda. Kami berharap dukungan pemerintah dan DPRD,” jelasnya.(sr03)