
PEKANBARU (serangkai.co) — Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat ikut mengawasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Provinsi Riau. Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan dugaan penyalahgunaan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga, Wilson, meminta masyarakat maupun media tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan BBM di SPBU. Laporan tersebut diharapkan disertai bukti yang jelas agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Kalau menemukan adanya penyalahgunaan BBM, laporkan kepada kami. Sertakan tanggal saat merekam,” ujar Wilson.
Masyarakat yang menemukan dugaan penyalahgunaan BBM juga dapat menyampaikan laporan melalui layanan pengaduan Pertamina 135. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan.
Menurut Wilson, informasi mengenai waktu dan lokasi kejadian serta bukti pendukung sangat diperlukan agar laporan dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.
“Kami melihat provinsi sudah berupaya. Apabila media dan masyarakat melihat adanya indikasi penyalahgunaan BBM di SPBU yang nakal, harus ada bukti-buktinya, seperti jam peristiwanya, agar langsung ditindaklanjuti dengan tegas,” katanya.
Setelah itu, Wilson menjelaskan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran BBM di Provinsi Riau, baik wilayah daratan maupun kepulauan.
“Untuk kondisi stok Pertamina aman, baik di Dumai maupun Tembilahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, antrean yang terjadi di sejumlah SPBU tidak semata-mata disebabkan oleh persoalan stok. Kondisi tersebut juga dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.
“Memang saat ini ada peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga Pertamina juga menambah pasokan,” katanya.
Wilson menyebut kebutuhan BBM di Riau mengalami peningkatan dibandingkan kondisi pada April 2026, ketika antrean kendaraan masih relatif normal.
Salah satu faktor yang turut memengaruhi peningkatan konsumsi adalah peralihan sebagian masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi. Misalnya, pengguna Dexlite yang kemudian beralih menggunakan Solar.
“Jadi kebutuhan BBM ini sudah bertambah,” ujarnya.
Pertamina, lanjut Wilson, terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai kebutuhan di masing-masing daerah.
Kondisi geografis Riau yang memiliki wilayah kepulauan juga menjadi perhatian dalam pendistribusian BBM. Sejumlah wilayah seperti Indragiri Hilir (Inhil) dan Kepulauan Meranti memiliki karakteristik kebutuhan yang berbeda karena BBM tidak hanya digunakan untuk kendaraan darat, tetapi juga kapal tradisional.
“Pengguna BBM di kepulauan misalnya tidak hanya kendaraan, tetapi juga untuk kapal tradisional. Sesuai peraturan mereka mengisi BBM,” jelasnya.
Untuk memastikan pasokan tetap tersedia, Pertamina menyiagakan armada untuk mendistribusikan BBM ke sejumlah SPBU di Provinsi Riau.
“Armada sedang siap-siaga mengantarkan BBM ke SPBU-SPBU yang ada di Provinsi Riau,” katanya. (sr05)





