Personel Manggala Agni Daops Rengat berupaya memadamkan karhutla di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Sabtu (8/8/2026). (Dok: Manggala Agni for Serangkai.co)

PEKANBARU (serangkai.co) — Api dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan dan Sungai Guntung Hilir, Riau, masih belum padam hingga Sabtu (8/8/2026). Tim Manggala Agni Daops Rengat terus melakukan pemadaman dan penyisiran di dua lokasi tersebut.

Di Kelurahan Kerumutan, hasil digitasi di lapangan mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 64 hektare. Penanganan karhutla telah memasuki hari ke-10, namun api masih belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

Kondisi bahan bakar yang padat serta sulitnya akses menuju kepala api menjadi kendala utama petugas. Untuk mencapai titik api, petugas harus menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan roda dua, kemudian berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer.

“Kepala api berada di area tanaman akasia liar sehingga petugas membutuhkan upaya ekstra untuk menjangkaunya,” kata Kepala Balai Dalkarhut.

Alat berat juga masih dikerahkan untuk membuka akses, membuat sekat bakar, serta membangun embung sebagai sumber air. Hingga Sabtu, sebanyak 17 embung telah dibuat di sekitar lokasi pemadaman.

Sementara itu, karhutla di Sungai Guntung Hilir diperkirakan telah membakar sekitar 50 hektare lahan. Luasan tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi bertambah berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.

Penanganan karhutla di lokasi tersebut telah memasuki hari keenam. Petugas menghadapi sejumlah kendala, mulai dari bahan bakar yang padat, asap pekat, angin kencang, hingga kepala api yang mulai merangsek ke arah hutan primer.

Tim juga melakukan penyisiran dari sisi barat menuju utara untuk menembus kepala api. Upaya pemadaman juga mendapat dukungan satu unit helikopter water bombing (WB).

Alat berat tambahan dijadwalkan masuk untuk membuka akses menuju sisi kepala api bagian utara, menyiapkan embung sebagai sumber air, serta membuat sekat bakar.(sr05)