MENJAGA kesehatan tidak cukup hanya dilakukan ketika tubuh mulai merasakan sakit. Memahami jenis penyakit, cara penularan, serta faktor risikonya menjadi langkah penting agar masyarakat dapat melakukan pencegahan sejak dini.
Secara umum, penyakit dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yakni penyakit menular dan penyakit tidak menular. Keduanya memiliki karakteristik serta cara pencegahan yang berbeda, sehingga pemahaman masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran hidup sehat.
Penyakit menular merupakan penyakit yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain. Penularannya dapat terjadi melalui udara, seperti saat seseorang batuk atau bersin, kontak langsung, makanan dan minuman yang terkontaminasi, hingga gigitan hewan atau serangga.
Beberapa penyakit yang termasuk dalam kategori ini di antaranya tuberkulosis (TBC), campak, COVID-19, demam berdarah dengue (DBD), serta diare akibat infeksi.
Sementara itu, penyakit tidak menular atau PTM tidak berpindah dari satu orang ke orang lain. Penyakit jenis ini umumnya berkaitan dengan pola hidup, faktor genetik, usia, maupun kondisi lingkungan. Diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker, stroke, dan asma merupakan beberapa contoh penyakit tidak menular.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Nurmadiah Damar, SKM, mengatakan pemahaman masyarakat mengenai perbedaan penyakit menular dan tidak menular sangat penting karena langkah pencegahannya tidak dapat disamakan.
“Masyarakat perlu memahami bahwa penyakit menular dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan keamanan makanan dan minuman, serta melakukan imunisasi sesuai anjuran. Sementara untuk penyakit tidak menular, pencegahan lebih banyak dilakukan melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujar Nurmadiah.
Menurutnya, kesadaran untuk menjaga kesehatan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik, serta menghindari kebiasaan yang berisiko terhadap kesehatan dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang.
“Pencegahan bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Semakin baik pengetahuan masyarakat, semakin besar pula peluang kita untuk mencegah berbagai penyakit,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, SH, MM. Ia menegaskan bahwa upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan kesehatan masyarakat.
Ade mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sampai penyakit datang, tetapi mulai menerapkan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Meranti untuk bersama-sama membangun kesadaran hidup sehat. Penyakit menular harus kita cegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Untuk penyakit tidak menular, mari kita kendalikan faktor risikonya dengan menjaga pola makan, rutin beraktivitas fisik, tidak merokok, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” kata Ade.
Ia menambahkan, deteksi dini menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, masyarakat dapat mengetahui kondisi tubuh lebih awal dan segera mendapatkan penanganan apabila ditemukan faktor risiko atau gangguan kesehatan.
“Jangan menunggu sakit baru memeriksakan kesehatan. Dengan deteksi dini, kita dapat mengetahui faktor risiko lebih cepat dan mengambil langkah pencegahan maupun penanganan sejak awal. Ini merupakan investasi kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga,” tegasnya.
Pemahaman mengenai penyakit menular dan tidak menular pada akhirnya bukan sekadar pengetahuan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Sebab, penyakit menular dapat dicegah agar tidak menyebar, sementara penyakit tidak menular dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor risikonya.
Dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga pola makan, aktif bergerak, menjaga lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, masyarakat Kepulauan Meranti diharapkan semakin sadar bahwa menjaga kesehatan jauh lebih baik daripada mengobati penyakit. (ADV)





