
MERANTI (serangkai.co) – Satu dari dua unit mesin pembangkit milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang yang sempat rusak, kini telah selesai diperbaiki. Pihak manajemen RSUD memastikan pekan depan sudah bisa difungsikan.
Seperti yang diakui oleh Kabid Penunjang RSUD Selatpanjang yang saat ini ditunjuk sebagai Plt Direktur, Romy Haris Nanda, Selasa (21/7/2026). Ditemui di ruang kerjanya, Romy mengaku berbagai rekomendasi dari Dewan Pengawas (Dewas) secara bertahap dan berangsur mulai dipenuhi. Salah satunya soal pembangkit.
“Satu pembangkit kita berkapasitas 600 Kva sudah selesai diperbaiki. Pekan depan sudah bisa difungsikan. Nanti kita fokuskan untuk menghidupkan lampu ruang inap dan halaman RSUD,” katanya.
Meski satu pembangkit sudah hidup, Romy mengatakan mesin genset yang dipinjam dari Dinas PUPR Meranti masih tetap dipinjam. Apalagi genset berkapasitas 45 Kva tersebut masih belum digunakan oleh PUPR.
“Walaupun satu mesin sudah hidup, tetapi mesin genset PUPR masih tetap kita pinjam. Karena nantinya genset ini masih digunakan untuk membackup ruang HCU, ICU, IGD dan ruang Perina. Sedangkan satu unit pembangkit kita untuk menghidupkan lampu ruang inap dan halaman RSUD. Tapi hanya lampu, karena untuk menghidupkan AC (Air Conditioner) masih kurang daya,” terangnya.
Pembangkit ini nantinya digunakan untuk mengantisipasi jika terjadi pemadaman listrik PLN saja. “Pembangkit hanya sebagai pembackup, bukan tumpuan utama listrik kita. Karena listrik di RSUD masih mengandalkan PLN,” tembahnya.
Terhadap satu unit pembangkit lagi yang masih rusak, Romy mengaku perbaikan akan dilakukan secara bertahap. “Kalau sudah beres dan sudah tersambung, satu pembangkit lagi, kita proyeksikan segera diperbaiki. Kita akan lakukan secara bertahap,” ujarnya.
Untuk diketahui sekitar sebulan yang lalu, RSUD Selatpanjang tidak memiliki mesin cadangan yang kondisi hidup. Sehingga saat terjadi pemadamna listrik oleh PLN secara mendadak, tidak ada antisipasi dari manajemen.
Beruntung tidak ada tindakan operasi dan kondisi darurat yang menggunakan listrik. Sehingga tidak ada korban jiwa.
Padahal RSUD Selatpanjang memiliki dua unit pembangkit berkapasitas 2×600 Kva. Namun dalam kondisi rusak dan tidak bisa digunakan mengaliri listrik ke bangunan RSUD disaat listrik padam.
Setelah heboh, Dewas RSUD turun dan menggelar rapat darurat bersama manajemen. Hasil rapat meminta manajemen segera memperbaiki mesin pembangkit dan untuk sementara waktu juga meminjam genset milik PUPR. (sr03)





