
MERANTI (serangkai.co) – Sejak Oktober 2025 lalu hingga kini, kondisi Jalan Nelayan, Selatpanjang terus mengalami kerusakan. Bahkan, saat dipantau pada Jum’at (24/4/2026) kondisi jalan semakin rusak. Padahal saat ini, jalan tersebut menjadi akses utama dari Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang. Khususnya bagi kendaraan yang memiliki tonase tinggi.
Kondisi Jalan Nelayan yang berlubang terdapat besi-besi yang menjulang keatas. Agar bisa dilalui, terlihat ditambal dengan batang kelapa yang dibelah. Selain di jalan tersebut, Duiker yang berada di persimpangan Jalan Nelayan dan Jalan Gelora juga sudah pecah dan berlubang. Batang kelapa juga diletakkan di sana agar menutupi lubang.
Meski ditambal kayu dan batu tetap saja terlihat sangat memprihatinkan dan dapat membahayakan pengguna jalan. Sehingga tak heran jika dikeluhkan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kepulauan Meranti yang sempat meninjau kondisi Jalan Nelayan tersebut, Jum’at (24/4/2026) mengaku awal jalan tersebut rusak akibat kendaraan bermuatan pembangkit listrik PLN bertonase tinggi melintas di sana. Hingga kini, pihak PUPR setidaknya sudah tiga kali menyurati pihak PLN agar dapat segera memperbaiki. Namun belum ditanggapi sama sekali.
“Kondisi saat ini ada tiga spot yang rusak berat di Jalan Nelayan. Berawal dari surat dari vendor PLN pada 29 Oktober 2025 yang masuk ke PUPR untuk meminta izin membawa mesin pembangkit melintas di jalan ini. Setelah mesin melintas, terjadilah kondisi seperti ini,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia ST didampingi Kabid Bina Marga, Sugeng Widodo KN ST usai meninjau Jalan Nelayan, Selatpanjang.
Kadis PUPR Meranti yang akrab disapa Aang itu, mengaku sudah menyurati agar melakukan perbaikan terhadap Jalan Nelayan yang rusak. Bahkan sampai tiga kali.
“Hingga saat ini, kami sudah bersurat sebanyak tiga kali (November 2025, Februari dan April 2026), namun belum ada respon. Namun demikian, kami akan terus berkoordinasi, sampai ada tanggapan dari PLN ataupun vendor mereka,” optimisnya.
Jika tidak juga ditanggapi, Dinas PUPR Kepulauan Meranti, tambah Aang, pihaknya tidak akan tinggal diam. Perbaikan Jalan Nelayan akan dilakukan melalui anggaran daerah. Karena jalan ini menjadi kebutuhan masyarakat. Apalagi jalan ini menghubungkan dengan pintu gerbang (Pelabuhan Tanjung Harapan) Selatpanjang.
“Jika tidak juga ditanggapi, kita akan bangun melalui anggaran daerah setelah anggaran perubahan nantinya sekitar Juli atau Agustus. Paling lama akhir tahun akan kita eksekusi,” ucapnya.
Selain dilalui masyarakat, jalan Nelayan tersebut juga dilintasi oleh agen penyalur minyak subsidi (APMS) yang bermuatan BBM dan truk pengangkut sampah. Hingga kini pengguna jalan terus mengeluhkan kondisi jalan yang rusak tersebut.
“Pihak vendor PLN saat minta izin, siap memperbaiki seperti semula jika terjadi kerusakan. Namun saat kita tagih belum direspon,” ucapnya kesal.
Diakui Aaang juga, Dinas Perkim juga mengeluhkan kondisi jalan tersebut kepada dirinya. Sebab, banyak kendaraan pengangkut sampah mengalami ban bocor saat melintas di Jalan Nelayan tersebut. Namun tidak ada pilihan.
Keluhan juga diakui masyarakat yang setiap hari melintas di sana. Menurutnya, kondisi jalan semakin hari semakin rusak.
“Kenapa jalan ini tidak juga diperbaiki. Padahal banyak yang membutuhkan jalan ini. Kami berharap segera diatasi. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa nantinya, akibat kecelakaan,” sebut Yadi warga Jalan Pembangunan. (sr03)





