
MERANTI (serangkai.co) – Pasca Libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026, kondisi di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terus dipadati penumpang kapal. Bahkan, pada pantauan, Jum’at (27/3/2026) atau H+6, kondisi di pelabuhan penuh sesak.
Kondisi di pelabuhan sudah terlihat padat mulai dari pintu masuk, hingga ke ruang tunggu. Petugas sempat terlihat kewalahan dalam mengatasi kepadatan tersebut.
Agar penumpang bisa masuk ke pelabuhan, petugas membuat sekat-sekat antrian. Mulai dari ruang tunggu di dalam terminal Tanjung Harapan, di luar ruang tunggu yang dipasang tenda, hingga di jalur ke dermaga pelabuhan.
Petugas di setiap penumpukan juga berjaga agar penumpang tidak berdesakan dan bisa tertib sesuai dengan jadwal keberangkatan kapal. Mulai dari kepolisian, TNI, KSOP, Pelindo, dan lainnya.
Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang, Capt Derita Adi Prasetyo yang dikonfirmasi menegaskan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada arus balik Libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah. Meski begitu, ia memastikan bahwa seluruh penumpang akan tetap dapat berangkat.
“Dalam menghadapi arus balik ini, terjadi penambahan armada kapal. Pihak operator kita minta mengantisipasi agar seluruh penumpang bisa berangkat semuanya,” ungkapnya.
Secara rinci ditambahkan Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Selatpanjang, Ade Kurniawan menambahkan jumlah penumpang yang naik turun di Pelabuhan Tanjung Harapan pada Kamis (26/3/2026) mengalami peningkatan. Begitu juga jumlah kapal.
“Penghitungan hari ini, besok baru bisa kita sampaikan datanya. Sementara, data Kamis kemarin, jumlah penumpang yang turun dari pelabuhan mencapai 3.023 orang dan jumlah penumpang naik di pelabuhan sebanyak 1.820, Angka ini meningkat dari tahun lalu (2025),” rincinya.
Sedangkan jumlah kapal juga mengalami peningkatan. Jika pada hari biasa hanya 30 hingga 40-an kapal yang bersandar di pelabuhan, pada arus balik ini mecapai 50-an kapal.
“Pada H+6 kapal yang bersandar untuk menurunkan dan menaikkan penumpang sebanyak 55 kapal. Mulai dari jenis speed boat (SB), hingga motor vessel (MV). Bahkan pada H+5 mencapai 57 kapal. Tambahan kapal ini untuk memberikan pelayanan bagi penumpang agar tidak ketinggalan atau gagal berangkat,” terang Ade.
Bertepatan Cheng Beng
Jumlah penumpang kapal yang naik di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang mengalami peningkatan yang drastis dari tahun lalu diakibatkan oleh puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah bertepatan dengan peningkatan kedatangan. Hal itu dikarenakan momentum cheng beng atau sembahyang kubur bagi masyarakat tionghoa.
Sehingga jumlah penumpang yang berangkat dan tiba sama-sama padat. Namun petugas arus masuk dan keluar sudah diantisipasi oleh petugas dengan peningkatan pelayanan di pelabuhan.
“Petugas kita kerahkan untuk memberikan pelayanan di pelabuhan. Sehingga kepadatan di pelabuhan bisa kita urai dengan penyekatan penumpang. Karena arus balik bertepatan dengan ramaikan kunjungan masyarakat tionghoa yang melaksanakan sembahyang kubur (cheng beng),” ujar Kepala KSOP Selatpanjang Capt Deri.
Ditambahkan Koordinator Pelayanan Pelindo di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Dedi bahwa pihaknya mengoptimalkan seluruh personil agar arus penumpang yang ingin masuk dan keluar dari pelabuhan bisa lancar dan aman. Apalagi, arus balik ini bertepatan dengan cheng beng.
“Kondisi di Pelabuhan padat dan berdesakan. Terkadang calon penumpang semuanya ingin cepat dan tidak sabaran. Hal itu yang menjadi tantangan kita untuk memberikan pemahaman. Sehingga bisa berjalan aman dan lancar,” tambahnya. (sr03)





