
MERANTI (serangkai.co) – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi daerah menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
Hal itu diungkapkannya saat memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (26/3/2026).
Dalam penyampaiannya, Asmar menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Meranti mengalami peningkatan dari 3,33 persen pada 2024 menjadi 3,62 persen pada 2025. Selain itu, tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 20,51 persen setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan.
“Pertumbuhan ekonomi Meranti juga mengalami peningkatan menjadi 3,62 persen pada tahun 2025, dibandingkan 3,33 persen pada tahun 2024,” ujarnya.
Tak hanya itu, tingkat pengangguran di Meranti turut menurun menjadi 4,51 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 4,85 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 69,64 pada 2024 menjadi 70,02 di tahun 2025.
Menurut Asmar, capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD serta dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan pembangunan.
“LKPJ ini merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah daerah sekaligus evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan selama satu tahun anggaran,” katanya.
Selain indikator ekonomi, Asmar juga memaparkan kondisi demografi daerah. Jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Meranti pada 2025 tercatat sebanyak 212.416 jiwa, meningkat dari 209.580 jiwa pada 2021 dengan rata-rata pertumbuhan 0,34 persen per tahun.
Di sisi lain, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Meranti mencapai 3.998 orang, terdiri dari 2.659 PNS dan 1.339 PPPK.
Dalam aspek keuangan daerah, realisasi pendapatan pada 2025 mencapai lebih dari Rp991 miliar atau 81,51 persen dari target Rp1,2 triliun. Sementara realisasi belanja daerah mencapai sekitar Rp991 miliar atau 81,33 persen dari target.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sekitar Rp111 miliar atau 42,17 persen dari target, sedangkan pendapatan transfer dari pemerintah pusat mencapai Rp824,71 miliar atau 93,35 persen.
Adapun Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 tercatat sebesar Rp2,66 miliar.
Dalam kesempatan itu, Asmar juga menyampaikan berbagai capaian dan penghargaan yang diraih sepanjang tahun 2025, di antaranya Universal Health Coverage (UHC) Award serta apresiasi di bidang pendidikan melalui penghargaan bagi guru dan tenaga kependidikan.
Ia menegaskan, LKPJ tidak hanya menjadi laporan pertanggungjawaban, tetapi juga bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan ke depan.
“Berbagai kendala yang dihadapi selama tahun 2025 akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di masa mendatang,” tutupnya. (sr01)





