LANSIA merupakan kelompok usia yang telah berjasa besar dalam membangun keluarga dan masyarakat. Karena itu, perhatian, kasih sayang, serta kepedulian terhadap mereka menjadi tanggung jawab bersama.

Melalui Gerakan Cinta Lansia, UPT Puskesmas Anak Setatah mengajak seluruh masyarakat untuk meluangkan sedikitnya 30 menit setiap hari bersama lansia, sebagai bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap kesehatan fisik dan mental mereka.

Gerakan ini mengusung semangat “Sayangi, Hormati, Peduli Lansia”, dengan harapan mampu menciptakan lansia yang sehat, bahagia, mandiri, dan tetap produktif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan bahwa perhatian terhadap lansia tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan emosional dan sosial.

“Lansia adalah aset keluarga yang harus kita hormati dan bahagiakan. Meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk mendengarkan cerita, menemani berbincang, atau sekadar memberikan perhatian merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti. Kehangatan keluarga terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan mental para lansia,” ujar Ade Suhartian.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti terus mendorong seluruh puskesmas untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi lansia melalui Posyandu Lansia, pemeriksaan kesehatan rutin, edukasi keluarga, hingga promosi gaya hidup sehat.

“Kami berharap Gerakan Cinta Lansia menjadi budaya di tengah masyarakat. Dengan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar, lansia dapat menjalani masa tua dengan sehat, bahagia, mandiri, dan bermartabat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Anak Setatah, Noviarni, menjelaskan bahwa Gerakan Cinta Lansia bukan sekadar ajakan, tetapi merupakan upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap kelompok usia lanjut.

“Banyak lansia yang sebenarnya hanya membutuhkan teman berbicara, perhatian, dan penghargaan dari keluarga. Luangkan waktu 30 menit setiap hari untuk menemani mereka. Hal sederhana tersebut dapat mengurangi rasa kesepian, meningkatkan semangat hidup, dan menjaga kesehatan mental lansia,” jelas Noviarni.

Menurutnya, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas hidup lansia. Oleh sebab itu, Puskesmas Anak Setatah terus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan lansia, baik melalui kunjungan Posyandu Lansia maupun penyuluhan kesehatan di desa-desa.

Gerakan Dimulai dari Keluarga

Melalui Gerakan Cinta Lansia, masyarakat diajak untuk melakukan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, antara lain, menghormati dan menghargai lansia dengan sikap yang santun dan penuh kasih sayang, meluangkan waktu mendengarkan cerita dan pengalaman hidup mereka, memberikan perhatian serta dukungan emosional setiap hari, mengajak lansia melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di Puskesmas atau Posyandu Lansia. Kemudian, mendorong lansia tetap aktif bergerak, beribadah, bersosialisasi, dan mengikuti kegiatan positif, dan melibatkan lansia dalam aktivitas keluarga agar tetap merasa dihargai dan bermanfaat.

Gerakan Cinta Lansia memberikan banyak manfaat, di antaranya, lansia menjadi lebih sehat, bahagia, dan percaya diri, hubungan antaranggota keluarga semakin harmonis, terwujudnya masyarakat yang peduli terhadap kelompok rentan, meningkatkan kualitas hidup lansia secara fisik, mental, dan sosial dan mewujudkan lingkungan yang ramah lansia serta masyarakat yang bermartabat.

Di akhir imbauannya, Ade Suhartian mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Meranti untuk menjadikan kepedulian terhadap lansia sebagai bagian dari budaya kehidupan sehari-hari.

“Mari mulai hari ini. Luangkan 30 menit bersama orang tua atau lansia di sekitar kita. Perhatian kecil yang kita berikan akan menjadi kebahagiaan besar bagi mereka. Bersama kita wujudkan lansia yang sehat, bahagia, mandiri, dan bermartabat di Kabupaten Kepulauan Meranti,” tutupnya. (ADV)