FILARIASIS atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan permanen pada kaki, tangan, payudara, maupun alat kelamin apabila tidak ditangani sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Kesehatan terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap filariasis dengan menerapkan pola hidup bersih, menghindari gigitan nyamuk, serta mengikuti Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis yang dilaksanakan pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan bahwa filariasis merupakan penyakit yang dapat dicegah apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan berpartisipasi aktif dalam setiap program pencegahan yang dilaksanakan pemerintah.

“Filariasis bukan penyakit keturunan, melainkan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Karena itu, pengendalian penyakit ini membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan hingga meminum obat pencegahan yang dibagikan petugas kesehatan,” ungkap Ade.

Menurutnya, pengobatan filariasis membutuhkan waktu yang panjang sehingga langkah terbaik adalah mencegah penularannya sejak awal. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit ini karena dampaknya dapat menyebabkan kecacatan permanen yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Dijelaskannya juga Filariasis disebabkan oleh cacing filaria yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi. Setelah masuk ke tubuh, cacing berkembang biak di saluran getah bening sehingga mengganggu sistem limfatik.

Beberapa jenis nyamuk yang dapat menularkan filariasis antara lain nyamuk Culex, Anopheles, Aedes, Mansonia, dan Armigeres. Penularan biasanya terjadi di daerah dengan sanitasi yang kurang baik, banyak genangan air, serta lingkungan yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Membersihkan lingkungan menjadi penting dilakukan oleh masyarakat agar sarang nyamuk bisa diasmi dan terhindar dari penyakit dari gigitan nyamuk, seperti Filariasis atau kaki gajah. (Foto: Istimewa)

Pada tahap awal, penderita sering kali tidak merasakan gejala. Namun seiring waktu dapat muncul keluhan seperti, demam berulang, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri pada lengan atau tungkai, pembengkakan pada kaki, tangan, payudara, atau alat kelamin, kulit menebal dan mengeras pada bagian tubuh yang bengkak. Jika tidak segera ditangani, pembengkakan dapat menjadi permanen dan menyebabkan kecacatan.

Kabid Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Nurmadia Damar, menjelaskan bahwa pencegahan filariasis dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten.

“Masyarakat dapat melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu saat tidur, memakai obat anti nyamuk, mengenakan pakaian berlengan panjang pada malam hari, serta rutin membersihkan lingkungan agar tidak ada genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk,” jelas Nurmadia Damar.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis yang diselenggarakan pemerintah.

“Obat yang diberikan melalui program POPM aman dikonsumsi sesuai petunjuk petugas kesehatan. Program ini bertujuan memutus mata rantai penularan filariasis sehingga penyakit kaki gajah dapat dieliminasi dari Kabupaten Kepulauan Meranti,” tambahnya.

Bagi penderita filariasis, pengobatan dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan dengan obat antiparasit untuk membunuh cacing penyebab penyakit. Selain itu, penderita juga perlu melakukan perawatan mandiri pada bagian tubuh yang mengalami pembengkakan.

Sedangkan perawatan tersebut meliputi, mencuci bagian tubuh yang bengkak menggunakan air bersih dan sabun setiap hari, mengeringkan kulit dengan baik untuk mencegah infeksi, menggerakkan atau berolahraga ringan pada anggota tubuh yang bengkak, mengangkat posisi kaki saat beristirahat apabila terjadi pembengkakan pada tungkai, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul demam, nyeri, atau tanda infeksi.

Perawatan rutin sangat penting untuk mengurangi pembengkakan, mencegah infeksi berulang, serta meningkatkan kualitas hidup penderita.

Peran Bersama Mewujudkan Meranti Bebas Filariasis

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui puskesmas dan tenaga kesehatan agar kesadaran terhadap bahaya filariasis semakin meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Ade Suhartian menegaskan bahwa eliminasi filariasis hanya dapat terwujud apabila seluruh masyarakat mendukung program pemerintah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Meranti untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, mencegah gigitan nyamuk, dan mengikuti setiap program kesehatan yang dilaksanakan pemerintah. Dengan kebersamaan, kita dapat mewujudkan Kepulauan Meranti yang bebas dari filariasis dan masyarakat yang lebih sehat,” tutupnya. (ADV)