Penampakan empat buah etomidate atau vape getar yang diamankan dari pria berinisial EC dan perempuan berinisial DF di toilet minimarket di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Pekanbaru, Minggu (9/8/2026). (Dok: Ditresnarkoba Polda Riau for Serangkai.co)

PEKANBARU (serangkai.co) — Pria inisial EC (35) dan perempuan inisial DF (26) diamankan tim Direktorat Reserse Narkoba (Dit resnarkoba) Polda Riau atas dugaan terlibat transaksi empat buah etomidate atau vape getar di Kota Pekanbaru.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan, pengungkapan dilakukan pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 02.45 WIB, di sebuah minimarket di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru.

“Kami melakukan penyelidikan setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait transaksi etomidate di sekitar Jalan Soekarno-Hatta,” kata Kombes Putu di Pekanbaru, Jumat (14/8/2026).

Hasil pendalaman, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan dua orang di minimarket tersebut.

Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat sekitar pukul 00.15 WIB terkait dugaan transaksi etomidate di kawasan Jalan Soekarno-Hatta.

Petugas kemudian mendalami informasi tersebut dan menyelidiki DF yang diduga berperan sebagai perantara. Sekitar pukul 01.30 WIB, petugas mengetahui DF kerap melakukan transaksi di rumah kosnya di Jalan Durian.

“DF selanjutnya menghubungi EC untuk melakukan pertemuan di sebuah minimarket di Jalan Soekarno-Hatta,” ujar Kombes Putu.

Sekitar pukul 02.45 WIB, petugas mendapati DF dan EC berada di toilet minimarket tersebut. Keduanya kemudian diamankan.

Dari tangan EC, polisi menyita empat buah etomidate dan satu unit telepon seluler.

Berdasarkan pemeriksaan awal, EC mengaku mendapatkan etomidate tersebut dari seorang laki-laki berinisial R yang saat ini masih dalam penyelidikan.

“EC mengaku baru satu kali mengambil etomidate dari R dan dijanjikan keuntungan Rp50 ribu untuk setiap pieces apabila transaksi berhasil,” lanjutnya.

Polisi kemudian melakukan tes urine terhadap EC. Hasilnya menunjukkan EC positif amphetamine.

“Kami masih mendalami keberadaan R serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran etomidate tersebut,” pungkasnya. (sr05)