Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril memberikan edukasi tentang tertib berlalu lintas, wawasan kebangsaan, dan pemahaman falsafah Pancasila kepada mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Pekanbaru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB), di Kampus STT Pekanbaru, Jalan Dirgantara Nomor 4, Pekanbaru, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 35 mahasiswa baru. (Dok: Ditlantas Polda Riau for serangkai.co)

PEKANBARU (serangkai.co) – Sebanyak 35 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Pekanbaru mendapat edukasi keselamatan berlalu lintas dan kepedulian lingkungan melalui program Polantas Karib Ditlantas Polda Riau.

Kegiatan berlangsung dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) di Kampus STT Pekanbaru, Jalan Dirgantara Nomor 4, Pekanbaru, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, SPd MM, bersama personel dan ASN Subdit Kamsel. Mahasiswa mendapat pembekalan tentang tertib berlalu lintas, wawasan kebangsaan, serta pemahaman mengenai falsafah Pancasila.

Mahasiswa juga didorong menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak keluarga, teman dan masyarakat.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STT Pekanbaru Dr Ir Darmansyah, ST MT IPU, mengapresiasi edukasi tersebut. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik dan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter.

“Pendidikan tidak hanya berbicara mengenai kemampuan akademik dan teknologi, tetapi juga bagaimana membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Darmansyah.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, SIK MH, mengatakan kampus menjadi salah satu tempat penting untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa keselamatan adalah kebutuhan dan tanggung jawab bersama,” kata Jeki.

Ia meminta mahasiswa menjadi contoh dengan membangun budaya tertib berlalu lintas dari diri sendiri.

“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, mulai dari diri sendiri, kemudian mengajak keluarga, teman dan masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib di jalan,” sambungnya.

Jeki menambahkan, Polantas Karib mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis dengan membangun komunikasi bersama generasi muda, bukan hanya melalui penindakan.

Selain keselamatan lalu lintas, Ditlantas Polda Riau mengajak mahasiswa ikut menjaga lingkungan melalui program Green Policing.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menerima helm, buku tertib berlalu lintas, tumbler dan bibit pohon. Helm dan buku menjadi bagian dari edukasi keselamatan berkendara, sedangkan tumbler dan bibit pohon untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

AKBP Dasril mengatakan edukasi serupa akan terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan menyasar kampus-kampus lainnya di Kota Pekanbaru.

“Tidak menutup kemungkinan kegiatan edukasi seperti ini akan terus kami lanjutkan ke kampus-kampus lainnya yang ada di Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Ia mengingatkan mahasiswa agar memulai budaya tertib berlalu lintas dari diri sendiri.

“Ingat, keselamatan adalah yang pertama dan utama, karena tertib berlalu lintas merupakan cerminan budaya bangsa,” tutup Dasril. (sr05)