Hujan Mulai Guyur Gemala Sari, Tapi Belum Merata, Karhutla Masuk Hari ke-8.(foto; istimewa)

MERANTI (serangkai.co)– Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti, Riau, memasuki hari kedelapan. Hujan mulai turun di sebagian wilayah yang terdampak Karhutla, namun belum merata.

Kondisi tersebut membuat petugas gabungan yang dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita tetap melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kepulauan Meranti M Khardafy mengatakan, hujan memang sudah turun di sebagian wilayah Desa Gemala Sari. Namun, intensitasnya belum merata ke seluruh kawasan yang terbakar.

“Sebagian wilayah Karhutla di Desa Gemala Sari sudah diguyur hujan, tetapi belum merata,” kata Khardafy.

Menurutnya, hujan sangat membantu proses pemadaman, terutama untuk membasahi lahan dan mengurangi potensi munculnya kembali titik api. Namun, karena hujan belum merata, petugas masih harus melakukan pemadaman dan pendinginan secara manual.

“Pemadaman masih terus dilakukan. Mudah-mudahan hujan segera turun merata di lokasi Karhutla sehingga api bisa padam total,” ujarnya.

Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar di Desa Gemala Sari diperkirakan mencapai sekitar 87 hektare.

Tim gabungan masih melakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi kembali membakar lahan.

Meski hujan mulai turun, petugas tetap diminta waspada mengingat kondisi lahan yang terbakar masih menyimpan bara dan berpotensi kembali terbakar apabila belum benar-benar basah. (sr02)