Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra turun dan melihat kondisi di Terowongan Pelita, Kota Batam setelah adanya aksi rayap besi, Sabtu (13/6/2026). Ia mengutuk aksi tersebut dan akan melaporkan supaya segera ditangkap. (foto; BP Batam for serangkai.co)

BATAM (serangkai.co) – Berang setelah mendengar adanya aksi rayap besi di Terowongan Pelita, Kota Batam, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung meninjau kondisi fasilitas umum di sana Sabtu malam (13/6/2026). Ia mengutuk aksi tersebut karena merugikan masyarakat.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 05.02 WIB. Sejumlah penutup drainase yang baru dipasang untuk mendukung estetika kawasan sekaligus meningkatkan fungsi infrastruktur dilaporkan dirusak dan besinya diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menurutnya, perusakan fasilitas umum tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut setiap hari.

“Kami sangat menyayangkan tindakan perusakan ini. Penutup drainase yang dipasang bertujuan memperindah kawasan sekaligus meningkatkan fungsi infrastruktur. Ketika dirusak dan besinya diambil, yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat luas yang menggunakan fasilitas tersebut,” sebutnya, saat meninjau lokasi.

BP Batam terus berupaya membangun serta memperbaiki berbagai fasilitas publik demi memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Karena itu, dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Kami bekerja siang dan malam untuk membangun, memperbaiki, dan menghadirkan fasilitas yang lebih baik bagi Kota Batam. Namun, semua itu membutuhkan dukungan bersama agar fasilitas yang telah dibangun dapat terus terjaga,” ungkapnya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga fasilitas umum dan segera melaporkan apabila menemukan tindakan perusakan maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Jika melihat tindakan perusakan fasilitas umum atau aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang. Dengan kepedulian bersama, kejadian seperti ini dapat dicegah dan tidak terus berulang,” harapnya.

Saat ini, BP Batam bersama pihak terkait tengah melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi pelaku perusakan dan pencurian tersebut agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Li Claudia berharap, seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga aset dan fasilitas publik yang telah dibangun untuk kepentingan bersama.

“Batam adalah milik kita bersama. Menjaga dan merawat fasilitas umum merupakan tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan keselamatan seluruh masyarakat,” Ajak Li Claudia. (sr03)