Infografis tentang isi piring keluarga sehat

POLA makan yang sehat menjadi fondasi penting dalam menciptakan keluarga yang sehat, produktif, dan berkualitas. Kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang sejak dini tidak hanya berperan dalam mencegah stunting pada anak, tetapi juga membantu menekan risiko obesitas serta berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung di masa mendatang.

Melalui kampanye Gerakan Isi Piringku, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti terus mengajak masyarakat untuk membiasakan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini merupakan panduan sederhana yang mudah diterapkan oleh seluruh anggota keluarga sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan kuat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Ade Suhartian mengatakan, konsep Isi Piringku merupakan penyempurnaan dari pedoman gizi seimbang yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Melalui Gerakan Isi Piringku, masyarakat diajak memahami bahwa setiap kali makan harus mengandung gizi yang seimbang. Setengah bagian piring diisi dengan sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya terdiri atas makanan pokok dan lauk-pauk sebagai sumber energi serta protein,” ujar Ade.

Menurutnya, pola makan seimbang tidak harus mahal. Beragam bahan pangan lokal yang tersedia di Kepulauan Meranti dapat dimanfaatkan sebagai sumber gizi yang baik apabila diolah secara tepat dan dikonsumsi dalam porsi yang seimbang.

Ade menjelaskan, konsumsi sayur dan buah yang cukup membantu memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, serta serat yang penting bagi pertumbuhan anak dan daya tahan tubuh. Di sisi lain, asupan protein hewani maupun nabati juga sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, serta menjaga massa otot.

Selain memperhatikan komposisi makanan, masyarakat juga diimbau untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes melitus, hipertensi, hingga penyakit jantung.

“Perubahan pola makan dimulai dari rumah. Orang tua memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan makan anak dengan menyediakan menu bergizi, memperbanyak sayur dan buah, serta mengurangi makanan dan minuman yang tinggi gula maupun lemak,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan Isi Piringku juga perlu didukung dengan aktivitas fisik secara rutin, konsumsi air putih yang cukup, menjaga kebersihan makanan, serta pemantauan pertumbuhan anak melalui Posyandu sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti Dr. Taufikkurahman menilai edukasi mengenai pola makan sehat perlu terus diperluas karena masih banyak masyarakat yang menganggap gizi seimbang identik dengan makanan mahal.

“Pemahaman tersebut perlu diluruskan. Yang terpenting bukan mahal atau murahnya makanan, tetapi keseimbangan kandungan gizinya. Banyak bahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi dan mudah diperoleh masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, penerapan Gerakan Isi Piringku menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Menurutnya, kebiasaan makan yang baik sejak usia dini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan anak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas hidup pada masa depan.

Dr. Taufikkurahman juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah, Posyandu, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah desa untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.

“Apabila Gerakan Isi Piringku dapat menjadi budaya di setiap keluarga, maka upaya pencegahan stunting, obesitas, dan penyakit tidak menular akan semakin efektif. Ini merupakan langkah sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kesehatan masyarakat Kepulauan Meranti,” pungkasnya. (ADV)