
PERKEMBANGAN teknologi digital membuat permainan game online semakin dekat dengan kehidupan remaja. Bermain game dapat menjadi sarana hiburan sekaligus melatih kemampuan berpikir strategis dan kerja sama. Namun, apabila dilakukan secara berlebihan tanpa pengendalian, kebiasaan tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan jiwa, kualitas tidur, prestasi belajar hingga hubungan sosial.
Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengajak para remaja untuk bijak dalam mengatur waktu bermain game online agar tetap dapat menikmati manfaat teknologi tanpa mengorbankan kesehatan fisik maupun mental.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan permainan digital bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Yang menjadi perhatian adalah ketika seseorang kehilangan kendali terhadap waktu bermain hingga mengabaikan aktivitas penting lainnya.
“Game online pada dasarnya dapat menjadi hiburan yang positif. Namun, jika dimainkan secara berlebihan hingga mengurangi waktu tidur, mengganggu belajar, menurunkan aktivitas fisik dan membatasi interaksi sosial, tentu dapat berdampak pada kesehatan jiwa remaja,” ujar Ade.
Menurutnya, masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, pengendalian emosi, dan kemampuan bersosialisasi. Oleh karena itu, keseimbangan antara aktivitas di dunia digital dan kehidupan nyata harus tetap dijaga.
Ade mengimbau para remaja untuk membatasi waktu bermain, tidak bermain hingga larut malam, tetap berolahraga secara rutin, meluangkan waktu bersama keluarga serta mengikuti kegiatan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak hanya memberikan gawai kepada anak, tetapi turut mendampingi, membangun komunikasi yang baik, dan menetapkan aturan penggunaan perangkat digital di rumah.
“Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat. Pendampingan dan komunikasi yang baik akan membantu anak menggunakan teknologi secara bijak tanpa harus merasa dikekang,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Dr. Taufikkurahman, menilai edukasi mengenai kesehatan jiwa remaja di era digital perlu terus diperkuat karena tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan sebelumnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masa depan remaja.
“Game online bukanlah musuh. Yang perlu dihindari adalah perilaku bermain secara berlebihan hingga melupakan kewajiban belajar, ibadah, aktivitas fisik, dan bersosialisasi. Remaja harus mampu mengatur waktu agar teknologi benar-benar menjadi sarana belajar, hiburan, dan pengembangan diri,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan pemerintah dapat terus diperkuat dalam membangun lingkungan yang mendukung kesehatan jiwa remaja.
“Remaja merupakan aset daerah dan calon pemimpin masa depan. Karena itu, menjaga kesehatan jiwa mereka sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Edukasi harus terus dilakukan agar generasi muda Meranti tumbuh sehat, cerdas, produktif, dan berkarakter,” tutupnya. ADV)





