DIABETES melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena pada tahap awal kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas, namun dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik.

Diabetes melitus adalah kondisi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah lebih tinggi dari normal akibat tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau insulin tidak bekerja secara efektif. Padahal, insulin berperan penting dalam membantu glukosa masuk ke dalam sel sebagai sumber energi.

Jika dibiarkan tanpa pengobatan dan pengendalian yang tepat, diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal, mata, saraf, hingga meningkatkan risiko stroke dan amputasi.

Penyebab Diabetes Melitus, dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya, faktor keturunan atau riwayat keluarga, pola makan tinggi gula, lemak, dan kalori, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan atau obesitas, bertambahnya usia, tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tidak terkontrol, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.

Seseorang dengan faktor risiko tersebut, dianjurkan rutin memeriksakan kadar gula darah agar diabetes dapat dideteksi lebih awal.

Beberapa tanda dan gejala diabetes yang perlu diwaspadai antara lain, sering buang air kecil, terutama pada malam hari, mudah haus dan sering lapar, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, tubuh mudah lelah, luka sulit sembuh, penglihatan kabur, kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki, infeksi kulit yang berulang.

Apabila mengalami gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Pencegahan diabetes dapat dilakukan melalui penerapan gaya hidup sehat, yaitu, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah, mengurangi makanan dan minuman tinggi gula, rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari atau 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, mengelola stres dengan baik, rutin memeriksa kesehatan, terutama kadar gula darah bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko.

Penderita diabetes tetap dapat hidup sehat dan produktif apabila menjalani pengobatan secara teratur. Tentunya dengan perawatan khusus, meliputi, mengonsumsi obat atau insulin sesuai anjuran dokter, menjalankan pola makan sehat sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, berolahraga secara rutin, memantau kadar gula darah secara berkala, mengontrol tekanan darah dan kolesterol, menjaga kebersihan serta kesehatan kaki untuk mencegah luka, melakukan pemeriksaan mata, ginjal, dan saraf secara berkala guna mencegah komplikasi.

Penderita diabetes juga dianjurkan untuk tidak menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, mengatakan Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dapat dicegah dan dikendalikan apabila masyarakat menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

“Diabetes bukan hanya menyerang usia lanjut, tetapi kini juga banyak ditemukan pada usia produktif. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Deteksi dini sangat penting agar penyakit dapat segera ditangani sebelum menimbulkan komplikasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan skrining penyakit tidak menular yang tersedia di puskesmas sebagai langkah pencegahan.

Sementara itu, Kabid Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Nurmadia Damar, mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat melalui gerakan CERDIK, yang merupakan singkatan dari, cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat yang cukup dan kelola stres dengan baik.

“Melalui penerapan CERDIK dan pola hidup sehat setiap hari, risiko diabetes melitus dapat ditekan. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu baru memeriksakan kesehatan. Pencegahan adalah investasi terbaik untuk masa depan,” kata Nurmadia.

Diabetes melitus dapat dicegah dan dikendalikan apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk menjalani gaya hidup sehat. Pemeriksaan kesehatan secara rutin, konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik yang cukup, serta kepatuhan menjalani pengobatan merupakan kunci utama dalam mencegah komplikasi.

Pesan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti: “Kenali diabetes sejak dini, terapkan pola hidup sehat, rutin cek kesehatan, dan bersama wujudkan masyarakat Kepulauan Meranti yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari komplikasi diabetes”. (ADV)