Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menghadiri ulang tahun PIKORI saat ulang tahun ke 26, Kamis (10/9/2026). (Foto: BP Batam for serangkai.co)

BATAM (serangkai.co) – Usia 26 tahun menjadi momentum bagi Persatuan Istri Karyawan Otorita (PIKORI) BP Batam untuk naik kelas. Tak sekadar menjadi wadah kebersamaan keluarga besar BP Batam, PIKORI didorong mengambil peran lebih nyata dalam kehidupan sosial masyarakat Kota Batam.

Dorongan itu disampaikan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-26 PIKORI BP Batam di Balairungsari BP Batam, Kamis (10/9/2026).

Mengusung tema “Merawat Kebersamaan, Menguatkan Peran PIKORI BP Batam Menebar Manfaat”, peringatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Ketua Umum PIKORI BP Batam Erlita Amsakar, serta jajaran pengurus dan anggota PIKORI.

Amsakar menegaskan, keberadaan PIKORI harus mampu dirasakan lebih luas. Organisasi tersebut tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi perlu memiliki program sosial yang konkret dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin PIKORI ini eksis. Kami ingin organisasi ini dirasakan kehadirannya, tidak hanya bagi pegawai BP Batam, tetapi juga bagi Kota Batam,” kata Amsakar.

Menurutnya, PIKORI perlu menyusun kegiatan yang bersifat taktis dan strategis sehingga kiprahnya memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan.

“Karena itu, harus diformulasikan apa yang menjadi kegiatan taktis dan strategis PIKORI ke depan,” sebutnya.

Amsakar juga menekankan pentingnya membangun we feeling atau rasa kebersamaan di antara seluruh unsur organisasi. Kekompakan, pembagian peran dan keterlibatan aktif setiap anggota dinilai menjadi modal penting untuk memperbesar dampak program PIKORI.

Ia sekaligus mengapresiasi peran keluarga pegawai BP Batam yang selama ini turut menopang tugas dan pengabdian para pegawai dalam mendukung pembangunan Batam.

Bukan Sekadar Banyak Program

Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar, sejalan dengan dorongan tersebut. Ia meminta seluruh pengurus tidak terjebak pada banyaknya kegiatan, tetapi lebih mengutamakan program yang benar-benar dapat dijalankan dan memberi manfaat.

“Tidak perlu banyak dan tidak perlu muluk-muluk program kita, tetapi harus terlaksana dengan baik,” kata Erlita.

Ia berharap seluruh bidang dalam kepengurusan PIKORI dapat menjalankan peran masing-masing secara aktif, sekaligus memperkuat koordinasi agar program organisasi dapat berjalan berkelanjutan.

Erlita menilai, penguatan peran PIKORI perlu diarahkan pada kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk bidang sosial dan pendidikan.

Dengan demikian, momentum 26 tahun PIKORI bukan hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan titik evaluasi sekaligus pijakan untuk memperluas kontribusi organisasi.

Ketua Panitia Hari Jadi PIKORI BP Batam ke-26, Ariastuty Sirait, mengatakan perjalanan PIKORI tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang Batam dan transformasi kelembagaan Otorita Batam menjadi BP Batam.

Sejak berdiri pada 7 September 2000, PIKORI telah menjalankan berbagai kegiatan yang mencakup pendidikan, sosial kemasyarakatan, keagamaan, pembinaan keluarga hingga pelestarian budaya.

Menurut Ariastuty, perubahan zaman membuat kebutuhan organisasi ikut berkembang. Namun, nilai kebersamaan, kepedulian dan pengabdian tetap menjadi fondasi utama PIKORI.

“Dua puluh enam tahun bukan hanya tentang panjangnya perjalanan waktu. Ini tentang orang-orang yang telah mengabdikan diri, kebersamaan yang terus terjaga, kepedulian yang terus tumbuh, serta karya yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-26 PIKORI BP Batam juga diisi seminar kesehatan bertajuk “Cantik Bugar di Usia Emas” bersama dokter Rumah Sakit BP Batam, penampilan seni, serta pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun.

Hadir pula Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis BP Batam Sudirman Saad, Pembina PIKORI BP Batam Sri Sudarsono, para senior PIKORI, jajaran pengurus dan anggota PIKORI, pejabat di lingkungan BP Batam serta perwakilan pegawai dari berbagai unit kerja.

Kini, setelah melewati perjalanan 26 tahun, tantangan PIKORI bukan lagi sekadar menjaga eksistensi organisasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap program mampu meninggalkan manfaat yang benar-benar dirasakan, baik oleh keluarga besar BP Batam maupun masyarakat Kota Batam. (sr03)