19 Titik Karhutla Terjadi di Meranti, Seluruhnya Berhasil Dipadamkan. (foto; istimewa)

MERANTI (serangkai.co) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Sejak Januari hingga Agustus 2026, sedikitnya 19 titik karhutla tercatat terjadi di sejumlah wilayah kabupaten tersebut.

Meski jumlah titik kebakaran cukup signifikan, seluruh karhutla yang terjadi berhasil dikendalikan dan dipadamkan berkat kesigapan petugas gabungan.

Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI dan Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan dan desa, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

Petugas harus berjibaku menghadapi kondisi lahan yang kering dan cuaca panas. Tidak hanya itu, akses menuju sejumlah lokasi kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti M Khardafi mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur.

Menurutnya, sinergi antarinstansi bersama masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah api meluas dan memastikan setiap titik kebakaran dapat segera ditangani.

“Penanganan karhutla ini kita lakukan bersama-sama. Sinergi antara seluruh unsur, termasuk masyarakat, sangat penting agar api tidak meluas,” ujar M Khardafi.

Meski seluruh 19 titik karhutla telah berhasil diatasi, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Kondisi cuaca yang semakin panas dan ancaman musim kering berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api baru.

BPBD Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Upaya pencegahan dinilai sama pentingnya dengan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi. Sebab, semakin cepat potensi kebakaran diketahui dan ditangani, semakin kecil kemungkinan api meluas dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Dengan kolaborasi pemerintah, aparat, petugas pemadam, serta kesadaran masyarakat, potensi karhutla di Kepulauan Meranti diharapkan dapat terus ditekan. (sr02)