Rombongan ekspedisi merah-putih Polda Riau saat menuju ke Pulau Rangsang menggunakan perahu kempang, Sabtu, 8 Agustus 2026. (Foto Bagian Prokopim for Serangkai.co)

MERANTI (serangkai.co) — Nelayan Pulau Rangsang menyampaikan aspirasi terkait ruang tangkap di sekitar Beting Lima, perairan Selat Malaka, saat Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau menyambangi Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (8/8/2026).

Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan masyarakat dengan tim ekspedisi. Persoalan itu selanjutnya akan dikoordinasikan dengan instansi yang memiliki kewenangan terkait wilayah perairan dan aktivitas nelayan.

Selain persoalan ruang tangkap, masyarakat juga menyampaikan kondisi abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Pulau Rangsang.

Menjawab persoalan lingkungan tersebut, Polda Riau bersama Polres Kepulauan Meranti menanam 2.200 pohon mangrove. Penanaman dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kawasan pesisir dan menjaga lingkungan.

Ekspedisi Merah Putih Presisi dipimpin Kabid TIK Polda Riau Kombes Andi Yul. Kegiatan tersebut membawa misi kebangsaan, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan di wilayah 3T.

Polres Kepulauan Meranti sebagai tuan rumah melibatkan berbagai komunitas dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 89 sepeda motor diseberangkan menggunakan kapal kempang dan RIB Polairud sebelum tim melanjutkan perjalanan menyusuri desa-desa di Pulau Rangsang.

Andi mengatakan, ekspedisi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Riau untuk memastikan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan tetap merasakan kehadiran negara.

“Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan membawa Merah Putih. Kami datang untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengar apa yang mereka hadapi dan membawa manfaat yang bisa langsung dirasakan,” kata Andi.

Di Pulau Rangsang, Polda Riau bersama Polres Kepulauan Meranti menyerahkan 300 bendera Merah Putih, 20 mesin ketinting untuk mendukung aktivitas nelayan, 110 paket bantuan sosial dan 83 paket sarana kontak.

Tim juga membangun dua unit toilet umum. Satu unit sepeda motor dinas diserahkan untuk menunjang mobilitas Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah 3T.

Dukungan terhadap masyarakat juga diberikan melalui Masyarakat Peduli Api (MPA). Polres Kepulauan Meranti menyerahkan 30 kaos lengan panjang dan topi rimba. Sementara Polda Riau memberikan 81 kaos.

Pelayanan kesehatan turut digelar bersama Bid Dokkes Polda Riau dan Puskesmas Kedaburapat. Sebanyak 45 warga, mulai dari lansia hingga orang dewasa, mendapat pelayanan kesehatan.

Tim juga mendirikan dapur umum untuk 250 orang dan menggelar makan berhadap bersama Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti serta masyarakat Tanah Merah.

Menurut Andi, persoalan di Pulau Rangsang saling berkaitan. Mulai dari ekonomi nelayan, abrasi, lingkungan hingga akses pelayanan.

“Di Rangsang kita melihat persoalannya saling berkaitan, mulai dari ekonomi nelayan, abrasi, lingkungan hingga akses pelayanan. Karena itu, kehadiran Polri harus mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata,” ujarnya.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetya Adi Sasmita mengatakan, Ekspedisi Merah Putih Presisi menjadi momentum memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat kepulauan.

Menurutnya, masyarakat pesisir merupakan mitra penting Polri dalam menjaga keamanan sekaligus lingkungan di wilayah terdepan Indonesia.

“Polisi tidak mungkin bekerja sendiri. Di pulau-pulau terluar, masyarakat adalah mitra terdekat kami. Mereka menjaga kampung, menjaga laut dan menjaga lingkungan. Hubungan inilah yang harus terus kita rawat,” katanya.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin mengapresiasi Polda Riau yang turun langsung menjangkau masyarakat hingga desa-desa pesisir.

Menurutnya, karakter Kepulauan Meranti yang terdiri dari pulau-pulau membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, Polri, TNI dan masyarakat.

“Kehadiran seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya datang, tetapi melihat langsung kondisi di lapangan, berdialog dan membawa manfaat. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tentu sangat mengapresiasi dan siap berkolaborasi,” ujarnya.

Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan gerakan Polda Riau dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menjangkau wilayah terdepan, terluar dan tertinggal melalui misi kebangsaan, pelayanan sosial, kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. Konsep itu menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kehidupan masyarakat. (sr01)